Nasional

Ombudsman Desak Pembentukan Sistem Terpadu Antisipasi TPPO

Afifah - VOICEIndonesia.co31 Mei 2026 pukul 13.24 WIB
ilustrasi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO)
ilustrasi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO)
Iklan
Temukan lebih banyak
Kelulusan
Peta
Akademi & Universitas

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Integrasi lintas sektor ini dinilai mendesak untuk melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, hingga pemerintah daerah.

"Kami memberikan atensi khusus bagi petugas Imigrasi dan ke depannya, akan banyak institusi yang terlibat. Ombudsman akan memberikan saran perbaikan mengenai bagaimana persoalan ini bisa diselesaikan agar kasus serupa tidak terulang," ungkap Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Iklan
Temukan lebih banyak
Berita
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah

Sebagai langkah konkret, Syafrida telah bertemu dengan Menteri Imipas di Jakarta pada Kamis (21/5) untuk mengusulkan rencana kerja sama pengawasan lintas lembaga. 

Kemitraan tersebut mencakup program Kerja Sama Untuk Pencegahan Penyiksaan (KuPP) guna mengantisipasi perlakuan tidak manusiawi, serta penguatan program antimalaadministrasi dan antipungutan liar (pungli).

Selain itu, mulai Juni mendatang, ORI dijadwalkan meluncurkan Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tematik yang difokuskan khusus pada sektor imigrasi dan pemasyarakatan. 

Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menekankan bahwa esensi dari penilaian ini adalah mendampingi instansi terkait agar standar layanannya kian maksimal.

Inisiatif tersebut disambut baik oleh Menteri Imipas Agus Andrianto yang menyatakan kesiapan kementeriannya untuk berkolaborasi penuh. 

Di samping membenahi sistem pengawasan TPPO yang beririsan dengan fungsi keimigrasian, Agus memaparkan bahwa pihaknya kini juga fokus pada program kesejahteraan pegawai dan pembinaan warga binaan di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Kami ingin memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi penghuni rutan. Syukur-syukur ada produk yang bisa dihasilkan dan memiliki nilai ekonomi. Bahkan jika memungkinkan, ke depan kami upayakan ada bantuan sosial bagi warga binaan pemasyarakatan," kata Agus. (af)

Iklan

Pilihan Redaksi

Skandal Paspor Sukabumi: Usia Dipangkas, Imigrasi Pilih Bungkam! Imigrasi

Skandal Paspor Sukabumi: Usia Dipangkas, Imigrasi Pilih Bungkam!

VOICE Indonesia·30 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#Nasional

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Nasional

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->