
ASEAN Siap Dorong Rekonsiliasi Demi Akhiri Konflik di Myanmar

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) mulai membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan pemerintahan baru Myanmar sebagai upaya mendorong rekonsiliasi nasional dan mengakhiri konflik berkepanjangan di negara tersebut.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan para pemimpin ASEAN sepakat melanjutkan komunikasi dengan Myanmar melalui pertemuan daring tingkat menteri luar negeri guna mencari solusi damai yang sejalan dengan Konsensus Lima Poin (5PC).
“Para menteri sepakat akan perlunya mengadakan pertemuan daring untuk mendengar perkembangan dari pihak Myanmar dan, tentu saja, bagi pihak Myanmar untuk dapat mendengar pandangan dan masukan dari mitra di ASEAN,” kata Kao dalam konferensi pers hasil KTT ke-48 ASEAN dilansir ANTARA, Senin (11/5/2026).
ASEAN juga memastikan proses rekonsiliasi di Myanmar tetap dipimpin oleh Myanmar sendiri, dengan fokus utama menghentikan kekerasan dan menciptakan perdamaian berkelanjutan.
Dalam perkembangan terbaru, ASEAN mengizinkan diplomat dan menteri luar negeri Myanmar mengikuti agenda sampingan secara virtual mulai Juli 2026. Kebijakan itu menjadi sinyal pelonggaran diplomatik pertama sejak Myanmar dibatasi kehadirannya dalam forum ASEAN pascakudeta militer 2021.
Namun, usulan agar Myanmar kembali hadir langsung dalam pertemuan utama ASEAN masih menuai perbedaan pandangan di antara negara anggota.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



