
Banyaknya Modus Mafia Tanah, BPN Diminta Hati-Hati Terbitkan Sertifikat

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk berhati-hati dalam mengeluarkan sertifikat kepemilikan tanah mengingat banyak beredarnya modus mafia tanah yang ada di tanah air. Berkaca dari persoalan di Pulau Rempang, dirinya mendorong BPN untuk melakukan pengecekan lebih jauh terhadap seluruh sertifikat yang akan dikeluarkan.
Baca Juga : Sekjen Kemnaker: Perlu SDM Unggul Hadapi Teknologi AI
"BPN harus bersikap hati-hati tidak sembarangan mengeluarkan sertifikat hak kepemilikan tanah. Harus di cek dulu sejauh mana kebenarannya. Semua surat-surat tanah yang dikeluarkan oleh BPN harus dilakukan semacam triple check mengingat banyaknya mafia tanah di air itu yang kita khawatirkan," ungkap Syamsurizal usai melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Batam, provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (29/9/2023).
Baca Juga : New York Dilanda Banjir, Kemlu Nyatakan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban
Menanggapi persoalan yang terjadi di Pulau Rempang Politisi fraksi PPP itu menyayangkan masyarakat menjadi korban dan terusir dari tempat tinggalnya. "Kita sangat mendukung pihak manapun yang ingin berinvestasi menanamkan modal di tanah air, karena sangat bagus untuk penciptaan lapangan kerja. Tapi sekali lagi BPN harus bersikap hati-hati terhadap sertifikat yang dikeluarkan," kata Syamsurizal.
Oleh karena itu ia menambahkan Komisi II DPR RI ke depan akan mengadakan pertemuan untuk mendukung demi terciptanya investasi yang terintegrasi. "Kita ingin bersama-sama dengan pihak Kemendagri, BPN, dan pihak-pihak lainnya yang terkait dengan investasi yang ada di tanah air duduk bersama dan saya kira itu yang menjadi perhatian kita bersama," imbuhnya
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



