VOICE Indonesia
Nasional

Bawaslu Daerah Diminta Cepat Merespon Jika Ada Intimidasi kepada Pengawas Pemilu

Redaksi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Bawaslu Daerah Diminta Cepat Merespon Jika Ada Intimidasi kepada Pengawas Pemilu
Bawaslu Daerah Diminta Cepat Merespon Jika Ada Intimidasi kepada Pengawas Pemilu

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum Ketua Bawaslu Rahmat Bagja meminta Bawaslu daerah segera melaporkan ke Bawaslu diatasnya atau Polisi, jika ada pengawas pemilu di seluruh tingkatan yang diintimidasi.

Hal tersebut sangat penting disampaikan Bagja mengingat ada kasus dugaan intimidasi yang diterima Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Tapos, Kota Depok.

"Kasus PPK Tapos mengundurkan diri karena ada intimidasi. Teman-teman (para ketua Bawaslu daerah), kalau ada intimidasi sampaikan kepada kami secara berjenjang, sampaikan kepada kepolisian," seru Bagja dalam Konsolidasi Nasional Gelombang I di Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Dia menekankan para ketua Bawaslu daerah harus mengetahui dan bisa berkomunikasi dengan kepolisian dalam memastikan pengawas pemilu tidak mendapatkan intimidasi. Bagja mengatakan Bawaslu dan Polri itu mitra. "Kami (Bawaslu RI) juga sudah menyampaikan itu kepada Mabes Polri," ungkap alumnus Universitas Indonesia itu.

Baca Juga : Polri Tetapkan 1 Anggota PPLN Kuala Lumpur Sebagai DPO

Terlebih lagi, dia memandang kedepannya kontestasi Pilkada 2024 akan segera dimulai. Menurutnya, gelaran Pilkada Serentak 2024 akan lebih berat bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota.

"Yang paling rusuh di pilkada pasti. Kerusuhan di Pilkada 2020 ada sekitar 15 tempat, di Pemilu 2019 hanya ada satu di Jakarta. Itu yang terdeteksi, yang tidak terdeteksi?" cetus laki-laki kelahiran Medan itu.

Selain itu, Bagja meminta jajarannya untuk segera menangani perkara/laporan terkait Pemilu 2024 yang memengaruhi hasil sebelum tanggal 20 Maret 2024, di mana tangal tersebut merupakan batas akhir rekapitulasi nasional penghitungan suara Pemilu 2024.

"Pilkada di depan mata, akhir bulan (Maret) sudah mulai. Semoga saja tidak ada ribut-ribut hingga tahapan Pemilu 2024 berakhir serta Pilkada 2024," kata dia. (*)

Ringkasan AI

**Rangkuman:** Ketua Bawaslu Rahmat Bagja meminta Bawaslu daerah segera melaporkan ke tingkat atasnya atau Kepolisian jika ada pengawas pemilu yang mengalami intimidasi, mengingat kasus PPK Tapos yang mundur akibat intimidasi. Bagja menekankan pentingnya koordinasi antara Bawaslu dan Polri serta mengingatkan bahwa Pilkada 2024 akan lebih kompleks daripada pemilu sebelumnya dengan potensi kerusuhan yang lebih besar. Ia juga meminta jajarannya menyelesaikan semua laporan terkait Pemilu 2024 sebelum 20 Maret 2024, yakni batas akhir rekapitulasi nasional.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.