
Belasan Orang Jadi Korban Ledakan di SPBE Cimuning

VOICEINDONESIA.CO, Bekasi – Insiden ledakan dan kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam.
Peristiwa tragis ini mengakibatkan 12 orang mengalami luka bakar serius dan fasilitas SPBE dilaporkan rusak total.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menyatakan bahwa api diduga dipicu oleh kebocoran gas yang diperparah dengan adanya korsleting listrik di area tersebut.
Baca Juga: Narasi Kopdes Merah Putih Jadi Sorotan Di Tengah Antusiasme Publik
"Informasi dari warga ada bau gas, lalu pemicunya diduga arus pendek yang menyebabkan ledakan. Kondisi SPBE rusak berat, bahkan nyaris rusak total," ujar Heryanto di Bekasi, Kamis (2/4/2026).
Sebanyak 12 korban yang terdiri dari karyawan SPBE dan warga sekitar kini tengah menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.
Beberapa korban dilaporkan menderita luka bakar cukup parah, mencapai 60 hingga 70 persen.
"Mudah-mudahan jangan sampai ada korban jiwa. Kami masih mendata semua korban yang saat ini dirawat intensif," tambah Heryanto.
Baca Juga: Inggris Bakal Kumpulkan 35 Negara, Bahas Pembukaan Selat Hormuz
Upaya pemadaman melibatkan sedikitnya 15 unit mobil pemadam kebakaran, termasuk bantuan tiga armada dari Kabupaten Bekasi.
Api yang mulai berkobar pada pukul 21.30 WIB dan terdengar satu kali ledakan yang cukup keras.
Kebakaran baru berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah petugas melakukan proses pendinginan hingga Kamis dini hari pukul 01.00 WIB.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
Selain menghanguskan area SPBE, dampak ledakan juga merusak sejumlah kios dan rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Saat ini, garis polisi telah dipasang di lokasi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Warga diimbau untuk tidak mendekat ke area terdampak guna menghindari potensi bahaya sisa gas atau reruntuhan bangunan yang tidak stabil. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



