
BRIN Sambut Baik Baznas Beri Program Beasiswa

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyambut baik adanya upaya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dalam menyelenggarakan program beasiswa riset karena dapat mendorong talenta riset muda nasional.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko melalui keterangan di Jakarta, Rabu, (28/08/2024) menyoroti sinergi antara kedua belah pihak tersebut sebagai peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memberdayakan penerima zakat atau mustahik.
"Kami yakin bahwa program Baznas yang luas dan menyasar semua mustahik dapat disinergikan dengan skema BRIN. Meskipun skema kami tidak terbatas pada mustahik, tentu saja mereka bisa ikut serta dengan syarat tertentu," katanya.
Dilansir dari ANTARA, Handoko menekankan urgensi pendorongan anak-anak muda untuk mencapai potensi penuh mereka. Hal ini sesuai dengan tujuan program manajemen talenta nasional Pemerintah RI yang diamanatkan kepada BRIN, dalam mengembangkan talenta riset dan inovasi.
Baca juga: Tim SAR Evakuasi 18 Jenazah Korban Banjir Bandang Ternate
"Talenta inilah yang akan membawa kemajuan bagi negara kita. Kami berharap mereka yang telah didorong oleh program ini, baik sebagai periset, akademisi, atau pelaku industri, akan menjadi penggerak perubahan yang mengangkat mustahik menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa depan," lanjutnya.
Handoko juga mengajak Baznas untuk mempererat kerja sama dengan BRIN, yang memiliki berbagai skema dukungan studi. Setiap tahun BRIN mendukung hampir 1.000 mahasiswa dari S-1 hingga S-3, dan berpeluang untuk menggabungkan skema ini dengan program Baznas.
"Ini akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pendampingan yang sudah berjalan. Kami bisa menyasar anak-anak yang memiliki kapasitas namun kurang berkesempatan, agar mereka dapat menjadi muzaki masa depan yang berkontribusi untuk bangsa," ujarnya.
Baca juga: Imigrasi Jakarta Amankan WNA Asal India
Untuk diketahui Baznas RI menggandeng BRIN dalam memberikan beasiswa riset untuk melakukan riset yang berkenaan dengan manajemen zakat, guna memajukan tata kelola zakat di Indonesia.
Beasiswa bagi para periset tersebut ditujukan untuk para periset di berbagai jenjang, baik yang sedang menjalani pendidikan sarjana (S-1) sebanyak 50 orang, magister (S-2) sebanyak 55 orang, doktoral (S-3) sebanyak 55 orang, serta kelompok riset sebanyak lima tim.
Ketua Baznas RI Noor Achmad berharap program ini dapat menemukan dan mendukung mahasiswa-mahasiswa berbakat yang memiliki semangat besar untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
"Kami berharap suatu saat ada penerima beasiswa ini yang bisa meraih penghargaan Nobel. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk masa depan Indonesia," tutur Noor Achmad.*
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



