
Resmi Dilantik, Alumni Lemhannas Siapkan Agenda Ketahanan Nasional

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (DPP IKAL) Lemhannas RI resmi memiliki kepengurusan baru. DPP IKAL-Lemhannas masa bakti 2026-2031 dilantik di Gedung Lemhannas, Senin (18/5/2026), dengan Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro memimpin sekitar 60 pengurus yang siap menjalankan agenda besar organisasi.
Ketua Bidang Informasi DPP IKAL-Lemhannas Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menilai pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah dinamika geopolitik global yang makin kompleks, alumni Lemhannas dinilai punya tanggung jawab besar menjaga arah pembangunan nasional.
"Maka pelantikan DPP IKAL-Lemhannas periode 2026-2031, bukan sekadar agenda organisasi. Melainkan pula, momentum memperkuat peran strategis alumni Lemhannas dalam mendukung ketahanan nasional dan pembangunan Indonesia," ujar Capt. Hakeng dalam keterangan yang diterima, Selasa (19/5/2026).
Capt. Hakeng mendukung langkah Ketua Umum yang memprioritaskan konsolidasi internal sebelum menjalankan program besar, sekaligus mendorong penguatan daerah melalui Dewan Pimpinan Daerah dan koordinator regional di berbagai wilayah.
"Organisasi sebesar IKAL-Lemhannas membutuhkan fondasi internal yang kuat agar mampu menjadi kekuatan pemikiran dan kolaborasi kebangsaan," tegasnya.
Di bidang kebangsaan, IKAL-Lemhannas akan menjalin kerja sama dengan sejumlah kementerian untuk memperkuat sosialisasi wawasan kebangsaan, khususnya bagi generasi muda yang kini menghadapi tantangan identitas akibat derasnya arus globalisasi dan pengaruh ideologi transnasional.
IKAL-Lemhannas juga berkomitmen mendukung program hilirisasi nasional pemerintahan Presiden Prabowo, tidak hanya di sektor energi dan pertambangan tetapi juga pertanian dan pangan. Kehadiran IKAL Strategic Center sebagai think tank dinilai menjadi langkah visioner dalam memberikan rekomendasi kebijakan berbasis kepentingan nasional di tengah perubahan global yang kian cepat.
"Hilirisasi harus dipandang sebagai strategi nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia. Kita tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah," pungkas Capt. Hakeng.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



