VOICE Indonesia
Nasional

Festival Sinema Australia Indonesia Konsisten Lahirkan Sineas Berkualitas

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Festival Sinema Australia Indonesia Konsisten Lahirkan Sineas Berkualitas
Festival Sinema Australia Indonesia Konsisten Lahirkan Sineas Berkualitas
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Selama 11 tahun penyelenggaraan Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI), program ini dinilai telah melahirkan generasi sineas Indonesia yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berani bermimpi lebih besar berkat pengalaman belajar di Australia. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar dalam konferensi pers FSAI 2026 di CGV Pacific Place, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ia menyebut dampak festival ini tidak bisa diukur semata dari angka statistik, melainkan dari pertumbuhan nyata para talenta yang lahir dari ekosistem kolaborasi Indonesia dan Australia. Irene mencontohkan langsung Art Supervisor film Jumbo, Chris Lie, sebagai representasi nyata dari dampak program Australia Awards terhadap industri kreatif Indonesia. "Kita bisa melihat dari Pak Chris sendiri, yang berani mengatakan, saya punya mimpi suatu hari bisa jadi sutradara. Sesuatu yang sangat simpel, tapi kalau ditanyakan, tidak semua orang berani mengungkapkan hal tersebut," ujar Irene. Ia menambahkan, Chris yang telah lama berkecimpung di dunia animasi, mulai dari komik hingga film layar lebar, merupakan contoh nyata bagaimana program pengembangan talenta yang difasilitasi Australia mampu mendorong pertumbuhan karier sineas Indonesia secara signifikan. "Dari talent development bisa dilihat dari Pak Chris sendiri, dan saya yakin ada banyak sekali alumni-alumni yang sudah tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Baca Juga : Jumbo Jadi Pintu Gerbang Baru Sineas Film Indonesia Ekspansi ke Pasar Internasional Senada dengan itu, Chris Lie yang hadir sebagai pembicara menyampaikan bahwa program Australia Awards telah memberi dampak yang jauh melampaui transfer ilmu teknis. Ia menyebut pertemuan dengan para sineas, dosen, dan pemangku kebijakan Australia membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah ekosistem film yang sehat bisa dibangun. "Di sana saya belajar banyak mengenai teknik dan juga funding dan juga kebijakan-kebijakan pemerintah Australia dalam membantu ekosistem perfilman di Australia. Dan di mana hal itu telah membuka mata saya dan juga menambah ilmu saya untuk berkarya lebih banyak lagi," ujar Chris. Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier turut mengonfirmasi bahwa program pengembangan kapasitas ini akan terus berlanjut. Pertengahan tahun ini, pemerintah Australia bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif akan menghadirkan kembali program Australia Awards, kali ini dengan fokus pada pelatihan hak kekayaan intelektual di sektor animasi. "Inisiatif ini bertujuan memastikan industri kreatif Indonesia berkembang seiring dengan pengetahuan yang diperlukan untuk tumbuh dan bersaing dalam ekonomi kreatif global," kata Rod Brazier. Chris juga menyatakan keyakinannya bahwa FSAI dan Australia Awards akan terus menjadi katalis lahirnya karya-karya berkualitas dari sineas Indonesia. "Hingga saat ini telah banyak film berkualitas di Indonesia yang lahir dari sineas yang merupakan alumni dari Australia. Dengan adanya FSAI, Australia Awards Indonesia, serta berbagai program lainnya dari pemerintah Australia, saya yakin akan lebih banyak lagi karya hasil dari sineas lulusan dari Australia yang menghasilkan karya-karya yang bermutu di Indonesia," katanya. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Dubes Australia#FSAI#Wamenekraf
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.