VOICE Indonesia
Nasional

Gandeng Polri, Menteri P2MI Deklarasikan Perang Lawan Sindikat TPPO

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Gandeng Polri, Menteri P2MI Deklarasikan Perang Lawan Sindikat TPPO
Gandeng Polri, Menteri P2MI Deklarasikan Perang Lawan Sindikat TPPO
VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengeluarkan pernyataan keras yang menegaskan komitmen pemerintah untuk menghancurkan rantai kejahatan Tindak pidana perdagangan orang dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural. Dalam sebuah langkah strategis yang sangat signifikan, Menteri Mukhtarudin memastikan bahwa perlindungan bagi para pahlawan devisa tidak akan lagi memiliki celah dari hulu hingga ke hilir. Kehadirannya di Mabes Polri pada Rabu, 21 Januari 2026, menjadi sinyal kuat bahwa negara kini sedang melakukan pembersihan besar-besaran terhadap praktik pemberangkatan tenaga kerja non-prosedural yang berpotensi menjadi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ketegasan ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang bertujuan memperkuat sinergi antar instrumen negara. Dalam penyampaiannya, Menteri Mukhtarudin secara lugas menginstruksikan agar jaminan keamanan harus dirasakan oleh setiap warga negara sejak sebelum kaki mereka melangkah keluar dari tanah air. “MoU ini adalah langkah penguatan sinergi antar instrumen negara. Sesuai arahan Bapak Presiden, perlindungan negara harus hadir secara utuh bagi pekerja migran kita, mulai dari sebelum berangkat, selama di penempatan, hingga mereka kembali ke tanah air,” ujar Menteri Mukhtarudin dengan nada penuh penekanan. Langkah operasional di lapangan kini semakin diperkuat dengan terbentuknya Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) oleh Polri hingga ke tingkat Polres. Keberadaan unit khusus ini dianggap sebagai amunisi baru bagi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memutus rantai penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Fokus utama dari kerja sama ini adalah mencegah setiap upaya pemberangkatan Non Prosedural yang sering kali menjadi pintu masuk bagi eksploitasi dan kekerasan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI). Sinergi yang dibangun bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah integrasi kekuatan yang melibatkan Atase Polri di luar negeri guna melakukan penindakan hukum yang lebih tajam. Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak kepolisian selama ini telah berjalan, namun dengan adanya kesepakatan baru ini, gerak langkah instansi akan semakin solid dan intensif. "Jadi, dengan adanya MoU baru ini, koordinasi akan lebih intens dan semakin solid ke depannya" tandas Mukhtarudin saat memberikan keterangan pers kepada media. Pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran secara eksplisit mengirimkan pesan kepada publik bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan dan sindikat perdagangan orang di negeri ini. Melalui kolaborasi lintas instansi, para korban kini memiliki saluran pengaduan khusus yang dirancang sensitif terhadap trauma psikologis, sehingga mereka tidak perlu lagi merasa takut untuk melapor. Negara menjanjikan perlindungan penuh bagi mereka yang memilih jalur resmi sebagai pejuang keluarga, sekaligus menutup pintu rapat-rapat bagi mafia pengiriman tenaga kerja ilegal. Menteri Mukhtarudin juga memberikan imbauan yang sangat serius kepada seluruh Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar tidak terjebak dalam bujuk rayu jalur ilegal. Dirinya menekankan bahwa menjauhi jalur Non Prosedural adalah cara mutlak untuk terhindar dari sindikat penipuan kerja yang merugikan. Perlindungan hukum yang maksimal hanya dapat diberikan secara utuh jika para pekerja mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan oleh pemerintah demi keselamatan nyawa dan harga diri bangsa. Soliditas antara KP2MI, Polri, dan Kementerian Luar Negeri kini menjadi garda terdepan dalam memantau setiap pergerakan praktik perdagangan manusia, baik yang terjadi di dalam maupun di luar negeri. Komitmen ini diharapkan mampu mengubah total lanskap perlindungan Pekerja Migran Indonesia menjadi lebih bermartabat dan aman. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, negara tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi mereka yang mencoba mempermainkan nasib dan nyawa pekerja migran Indonesia.

Pilihan Redaksi

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMIPekerja Migran Indonesia

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI

Afifah· 17 July 2026
#KAPOLRI#kemenP2MI#MoU#Mukhtarudin#pekerja migran indonesia#Sindikat TPPO#tppo
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.