VOICE Indonesia
Nasional

Ini Alasannya Sineas Film Indonesia Bisa Bicara Banyak di Pasar Global

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Ini Alasannya Sineas Film Indonesia Bisa Bicara Banyak di Pasar Global
Ini Alasannya Sineas Film Indonesia Bisa Bicara Banyak di Pasar Global
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar mendorong para sineas Indonesia untuk tidak lagi hanya berfokus pada pasar domestik. Ia menilai industri film Indonesia sudah saatnya berorientasi global, memanfaatkan momentum kolaborasi yang terjalin lewat Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026. Irene menegaskan, meski Indonesia adalah pasar yang sangat besar dengan 280 juta penduduk, angka itu tak ada artinya dibandingkan total populasi dunia yang mencapai 8 miliar orang. "Indonesia memang market yang sangat besar, setengah dari Asia Tenggara ada di Indonesia dengan 280 juta orang populasi. Namun populasi dunia ada 8 miliar orang. Jadi itu adalah market yang sangat besar," ujarnya dalam konferensi pers FSAI 2026 di CGV Pacific Place, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Irene menyebut film animasi Jumbo sebagai bukti konkret bahwa film Indonesia mampu menembus pasar internasional. Baginya, Jumbo bukan hanya pencapaian di dalam negeri, melainkan preseden yang harus diikuti oleh sineas-sineas Indonesia lainnya. Ia juga menekankan bahwa cara pandang terhadap industri film harus berubah. Nilai sebuah film tidak berhenti pada penjualan tiket bioskop. Sebuah film yang berhasil membangun kekayaan intelektual yang kuat bisa melahirkan bisnis lisensi dan merchandise berskala besar.

Baca Juga : Catat! Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Hadi di 11 Kota "Dari ticket sales bisa menjadi sebuah IP yang seperti Jumbo sudah menjadi merchandising dan ada licensing businesses yang sangat besar sekali," katanya. Irene mengibaratkan menonton film selama dua jam sebagai dua jam iklan yang tidak terasa seperti iklan, karena sekaligus menambah wawasan dan memperkaya emosi penonton. Ia menyebut industri film memiliki efek berlipat ganda, mulai dari penjualan tiket hingga ke lisensi, merchandise, dan dampak ekonomi yang menyebar luas. Lebih jauh, Irene juga mendorong sineas Indonesia untuk memanfaatkan platform seperti FSAI bukan sekadar untuk menonton, melainkan sebagai ruang berpikir dan merancang langkah konkret bersama mitra dari Australia. Ia menyatakan Kementerian Ekonomi Kreatif siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi peluang kolaborasi internasional, namun menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. "Dari pemerintah, kementerian, dan juga dari duta besar, kita akan membuka sebesar-besarnya opportunities lewat platform-platform seperti ini, but I need every stakeholders, yuk kita jalan bersama-sama," katanya. Irene juga meminta dukungan media untuk turut menyebarkan semangat gotong royong antara Indonesia dan Australia dalam industri kreatif, agar dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga menggema ke tingkat global. FSAI 2026 berlangsung di 11 kota Indonesia dan menampilkan tujuh film pilihan dari Australia dan Indonesia, termasuk film animasi Jumbo dan film Rangga Cinta. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Menteri Mukhtarudin Harus Tegas, Singkirkan Calon Atase Rekanan Mafia!

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMIPekerja Migran Indonesia

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI

Afifah· 17 July 2026
#FSAI#Kemenekraf#Sineas
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.