VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan angka Rp30 miliar merupakan nilai pengadaan alat kesehatan canggih untuk setiap 66 RSUD dalam Program Hasil Cepat Terbaik atau Quick Win.
"Yang dimaksud oleh Menteri Kesehatan terkait dengan pengadaan senilai Rp30 miliar adalah nilai total pengadaan alat kesehatan canggih untuk setiap 66 RSUD yang masuk dalam program tersebut," kata Aji di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Aji menjelaskan RSUD Krui sendiri mendapatkan bantuan sekitar Rp31,7 miliar tahun ini untuk pengadaan alat canggih dari program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network yang mencakup cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, dan mammography.
"RSUD Krui sendiri mendapatkan bantuan sekitar Rp31,7 miliar tahun ini untuk pengadaan alat canggih tersebut, angka ini bukan hanya untuk layanan HD," ujarnya.
Selain itu RSUD Krui juga mendapatkan bantuan alat kesehatan mendasar sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026. Alat tersebut antara lain bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, syringe pump, USG, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi.
"Sejumlah alat tersebut antara lain bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, dan ventilator," katanya.
Aji berharap masyarakat tidak termakan hoaks yang beredar seolah-olah Menkes melakukan penggelembungan harga. Ia berharap penguatan RSUD Krui dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Pesisir Barat tanpa harus banyak dirujuk ke luar daerah.



























