VOICE Indonesia
Nasional

Kemenkes Klaim Superflu Masih Terkendali

Afifah - VOICEIndonesia.co
Kemenkes Klaim Superflu Masih Terkendali
Kemenkes Klaim Superflu Masih Terkendali
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan memastikan temuan kasus superflu di Indonesia masih dalam kondisi terkendali dan tidak menimbulkan ancaman serius bagi masyarakat. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan, jumlah tersebut masih berada dalam batas aman dan tidak memerlukan penanganan khusus di luar prosedur standar penanggulangan influenza. "Superflu aman, kalau enggak salah, superflu itu influenza A (H3N2) subclade K, itu terjadi pertama kali di Amerika. Maka, untuk hari ini kasus di Indonesia kan baru 62 yang diperiksa secara laboratorium ya, untuk vaksinnya kita biasa aja, vaksin (influenza) seperti biasa," katanya saat ditemui usai meninjau pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). Baca Juga: Polri Bongkar 664 Kasus Judol Sepanjang 2025, Aset Rp286,2 Miliar Disita Benjamin juga menjelaskan bahwa tren kasus influenza secara umum justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir. Lonjakan kasus, menurutnya, lazim terjadi pada masa transisi musim, baik dari kemarau ke hujan maupun sebaliknya. "Tapi ingat, hari ini kasus flu sudah turun jauh selama dua bulan ini. Dua minggu terakhir kan juga sudah makin turun, jadi flu itu selalu memuncak di awal musim," tuturnya. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menegaskan bahwa influenza A (H3N2) subclade K bukanlah virus baru dan telah lama dikenal dalam dunia medis sebagai varian flu musiman. Baca Juga: Buruh Tuntut Penyesuaian UMP 2026 Ia memastikan virus tersebut tidak memiliki tingkat kematian tinggi seperti COVID-19 atau tuberkulosis. "Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Budi. Budi menjelaskan bahwa karakter virus influenza memungkinkan seseorang terinfeksi lebih dari satu kali, terutama pada periode tertentu. Di negara-negara dengan empat musim, kasus flu akibat virus tersebut cenderung meningkat saat musim dingin. "Layaknya flu biasa, ujar Budi, kalau terkena, penyakit itu bisa kembali lagi. Setiap musim dingin, kasus akibat virus itu selalu naik di negara empat musim, namun di negara seperti Indonesia tidak terlalu tinggi kenaikannya." "Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," katanya. Meski tidak berbahaya seperti pandemi COVID-19, Kementerian Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan pola hidup sehat, termasuk istirahat yang cukup dan olahraga secara rutin guna menjaga daya tahan tubuh. (af/ri) Pilihan Redaksi: Mengawal Gerbang Negara: Analisis Mendalam Kewenangan Baru Imigrasi Pasca UU 63/2024

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#kemenkes#Super flu
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.