
Mendagri Dorong Pemda Ajak Masyarakat Nonton Lafran

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kepala daerah agar mengajak masyarakat menonton film perjalanan hidup Lafran Pane, sosok pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang juga pahlawan nasional.
Tito ikut nonton bareng (nobar) film Lafran bersama sejumlah tokoh di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (20/6) malam.
Mendagri mengaku sangat ingin membantu keinginan keluarga besar Korps Alumni HMI (KAHMI) agar film ini bisa tersosialisasi di tengah masyarakat secara luas.
"Saya mendapat informasi bahwa tokoh bernama Lafran Pane ini adalah tokoh sejarah yang sudah mendapatkan gelar pahlawan nasional dari Presiden RI. Itu adalah legitimasi yang sangat kuat sekali untuk membantu menyosialisasikan film ini," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/06/2024).
Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menyosialisasikan film tersebut, termasuk melalui media sosial.
Hal ini mengingat salah satu tugas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah mengangkat nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme, termasuk untuk menghargai para pahlawan.
"Oleh karena itu, prinsipnya kami akan menyosialisasikan dengan teman-teman, kami akan membuat potongan-potongan film ke TikTok. Cuplikan pendeknya film ini, trailer-nyalah. Kami akan sosialisasikan ke daerah," tambahnya.
Baca Juga: Kemenko PMK Tangani Korban Alami Kerugian Akibat Judi Online
Di sisi lain, kehadirannya dalam nobar tersebut khusus agar mendapatkan inspirasi dari sosok Lafran.
"Karena saya sudah membaca sosok Lafran melalui Google, berikut resensi filmnya. Jadi, dengan nonton langsung, kami bisa membuat suatu narasi yang bisa mendorong masyarakat betul-betul menonton dan kepala-kepala daerah nanti membantu untuk mengajak nobar-nobar," ujarnya.
Tito menekankan bahwa rencana sosialisasi kepada kepala daerah untuk mengajak masyarakat menonton film Lafran bukan karena melihat oganisasi HMI-nya.
Bukan pula melihat dia sebagai Mendagri atau Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebagai Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI.
"Akan tetapi, karena tokoh figur sejarahnya ini adalah Lafran Pane yang merupakan tokoh yang membawa inspirasi dan memang harus kita hargai sebagai pahlawan nasional, serta banyak perjuangan yang harus kita teruskan. Nah, malam ini saya ingin melihat inspirasinya supaya dalam membuat narasi surat edaran ke kepala daerah untuk sosialisasi film itu pas," tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Ahmad Doli Kurnia yang turut mengikuti nobar mengatakan film Lafran merupakan film perdana produksi keluarga besar Majelis Nasional KAHMI yang bekerja sama dengan Reborn Initiative dan Radepa Studio.
"Proses pembuatannya selama 7 tahun itu diinisiasi oleh Bang Akbar Tandjung. Bang Akbar Tandjung memerintahkan kita untuk membuat buku tentang biografi dan berkembang menjadi film," jelas Doli.
Lebih lanjut dia menuturkan bahwa film Lafran menceritakan tentang sosok pemuda Islam yang memperjuangkan cita-cita dan gagasan yang menyatukan keindonesiaan dan keislaman.
Selain Ahmad Doli Kurnia, turut mendampingi Mendagri, di antaranya Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi. Turut hadir senior-senior alumni HMI Akbar Tandjung, Baharuddin Aritonang, Laode Ida, dan jajaran Pengurus MN KAHMI, Forum Alumni HMI-Wati (Forhati), Pengurus Besar HMI, serta tamu undangan dari organisasi mahasiswa seperti PP KAMMI.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



