
Mendes dorong pendamping desa bantu tingkatkan kualitas SDM

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mendorong para pegiat ataupun pendamping desa membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa.
Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (07/07/2024), mengatakan salah satu langkah yang dapat ditempuh para pegiat ataupun pendamping desa dalam meningkatkan kualitas SDM itu adalah melatih dan mendampingi masyarakat desa memahami ideologi pembangunan desa.
"Hal itu supaya paradigma, kerangka berpikirnya, dan cara kerjanya sesuai dengan ideologi pembangunan kita, yakni pembangunan manusia," kata dia.
Menurut dia, setiap masyarakat desa berperan penting memahami dan ikut berkontribusi dalam pembangunan desa, karena tantangan ke depan cukup berat bagi seluruh kalangan, termasuk revolusi industri keempat, dan persaingan teknologi di abad ke-21 yang tak mampu ditebak.
Baca Juga: Pelindo perluas penerapan autogate di 29 pelabuhan cegah pungli
Dengan demikian, kata dia, kehadiran pegiat dan pendamping desa pun tidak kalah penting, karena mereka tidak bisa digantikan oleh kekuatan teknologi. Mereka, memiliki kemampuan mendidik dan mengayomi masyarakat.
Hal tersebut dia sampaikan dalam kegiatan penutupan "Konsolidasi Peserta Refreshment Training Penguatan Partisipasi Pegiat Desa dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun Anggaran 2024" di Jakarta, Sabtu (6/7).
Gus Halim mengingatkan kembali para pegiat dan pendamping desa mengenai tujuan pembangunan desa.
"Pembangunan desa itu bertujuan untuk pembangunan manusia, sehingga seluruh kegiatan pembangunan, baik ekonomi maupun infrastruktur yang lain itu orientasinya adalah kepada pembangunan manusia," ujar Profesor Kehormatan UNESA itu.
Gus Halim menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi bagi pegiat desa, tenaga pendamping profesional (TPP), ataupun pendamping desa menjadi salah satu cara yang harus ditempuh dalam mengoptimalkan pembangunan desa.
Sebab, kata dia, hal itu akan menjadi bekal pengetahuan di tengah menghadapi pesatnya persaingan ekonomi dan teknologi berbasis digital.
"Itulah sebabnya memahami ideologi pembangunan atau substansi dari sebuah perubahan pembangunan adalah sebuah keniscayaan," ujar dia.*
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



