
OJK Ajak Anak Muda Bijak Gunakan Pindar, Hindari Prilaku Konsumtif

"Mereka akan bisa pakai pinjol yang sekarang pindar itu dengan baik, karena walaupun bunganya relatif tinggi, tapi mereka tahu bisa segera mengembalikan. Tapi jeleknya kalau misalnya beli untuk konsumtif, misalnya beli baju, tas, hp, itu yang anak-anak muda sekarang itu banyak yang kemudian menjadi korban dari hal seperti itu," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Pasar, Edukasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
OJK mencatat bahwa anak muda kerap menggunakan pindar untuk membeli barang-barang seperti pakaian, tas, dan handphone tanpa mempertimbangkan kemampuan mengembalikan pinjaman. Pola konsumsi ini dinilai sangat berbahaya karena dapat menjerat mereka dalam lilitan utang yang sulit dilunasi. Baca Juga: Ini Alasan OJK Ganti Istilah Pinjol Jadi Pindar Regulator menekankan bahwa baik buruknya dampak pindar sangat bergantung pada cara penggunaannya. "Jadi bagus atau tidak tergantung dari kita sendiri yang pakai," ia menambahkan. Baca Juga: BPKN Minta OJK Buka Rekening Dormant, Singgung UU Perlindungan Konsumen OJK mendorong masyarakat untuk menggunakan pindar secara bijak dan menghindari jeratan utang konsumtif yang merugikan.Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



