VOICE Indonesia
Nasional

Pengamat Sebut Perlindungan Pekerja SPPG Kunci Keberhasilan Program MBG

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Suasana aktivitas pekerja dalam proses penyiapan dan distribusi makanan bergizi di dapur umum program MBG
pekerja dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyiapkan makanan untuk didistribusikan kepada penerima manfaat.(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerhati Jaminan Sosial Teguh Purwanto menilai perlindungan sosial bagi pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Ketika pekerja merasa terlindungi dari risiko sosial, mereka akan memberikan kualitas kerja terbaiknya untuk program yang menopang kualitas gizi generasi anak bangsa.

Teguh menjelaskan keberhasilan program MBG ditentukan oleh kualitas perlindungan terhadap para pekerja yang terlibat dalam rantai operasional program tersebut. Program MBG diproyeksikan melibatkan lebih dari 25.000 SPPG dengan total sekitar 1,2 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

"Kalau ekosistem pekerjanya terlindungi dengan baik, kualitas layanan MBG juga akan semakin baik," kata Teguh dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Teguh mengatakan perlindungan tersebut dapat mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan, Jaminan Hari Tua, jaminan kematian hingga program pensiun. Perlindungan sosial bagi pekerja SPPG penting untuk menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

Program MBG dinilai tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak Indonesia tetapi juga berpotensi memperkuat ekosistem perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan nasional. Ada ekosistem besar di dalamnya mulai dari tenaga kerja, distribusi, pengelolaan dapur umum, hingga keberlanjutan perlindungan jaminan sosialnya.

"Pekerja akan merasa aman, nyaman, dan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap kualitas dan keberhasilan program," ujarnya.

Teguh yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan menilai pendekatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan SDM dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing bangsa di tingkat global.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan University of New South Wales Australia itu mengaku memiliki pengalaman pribadi mengenai pentingnya pola makan bergizi sejak usia dini. Meski berasal dari keluarga sederhana, orang tuanya tetap berupaya menyediakan makanan bergizi untuk menunjang tumbuh kembang anak.

"Ketika pekerja merasa terlindungi dari risiko sosial, mereka akan memberikan kualitas kerja terbaiknya atas kualitas MBG," katanya.

Teguh berharap program MBG dapat terus diperkuat sebagai bagian dari strategi besar negara dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. Program ini bukan hanya program jangka pendek tetapi investasi besar bangsa dalam jangka panjang.

"Dari situ saya belajar bahwa gizi sangat menentukan kualitas SDM di masa mendatang," ujarnya.

Teguh menilai program MBG menjadi fondasi penting dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. MBG adalah langkah awal membangun SDM berkualitas dan unggul Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.

"MBG adalah langkah awal membangun SDM berkualitas dan unggul Indonesia," pungkasnya.

Pilihan Redaksi

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMIPekerja Migran Indonesia

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI

Afifah· 17 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.