
Prabowo Bentuk Tim Khusus untuk Awasi BUMN

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan khusus di setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memperkuat pengawasan dan mencegah kebocoran kekayaan negara.
Langkah ini diambil karena Presiden memandang perusahaan pelat merah sebagai "darah bangsa" yang harus dikelola dengan integritas tinggi demi kesejahteraan rakyat.
Rencana strategis tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam peringatan HUT ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3).
Presiden menegaskan bahwa pengawasan ketat adalah kunci utama agar kekayaan negara yang diamanahkan kepada BUMN tidak hilang akibat tata kelola yang buruk.
Baca Juga: Iran Minta Warga Timur Tengah Laporkan Lokasi Pasukan AS dan Israel
"Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola. Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia," ujar Presiden Prabowo.
Selain pengawasan internal melalui utusan khusus, Presiden juga memastikan bahwa Danantara, sebagai sovereign wealth fund Indonesia akan menjadi lembaga yang paling diawasi di tanah air.
Pengawasan tersebut melibatkan dewan pengawas yang kuat dari unsur Menteri Koordinator, serta pengawasan eksternal dari BPK, BPKP, Kejaksaan, Kepolisian, hingga Panglima TNI.
Baca Juga: Larangan Ekspor Minyak Mentah Kembali Mencuat
Presiden mengingatkan jajaran petinggi Danantara dan pimpinan BUMN untuk selalu waspada dan menjaga amanah dalam mengelola kekayaan untuk generasi mendatang.
Ia mencontohkan banyak negara kaya yang mengalami kerugian besar pada lembaga pengelola investasinya akibat manajemen yang lemah dan tidak jujur.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci dari manajemen yang hebat tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada hati dan jiwa para pemimpinnya.
Ia menaruh harapan besar di pundak para pengelola Danantara untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan? Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



