
Prabowo Tawarkan Diri Jadi Negosiator Iran - Amerika

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk bertolak ke Teheran, Iran, guna memediasi dialog damai menyusul eskalasi militer besar-besaran di Timur Tengah.
Langkah ini diambil Pemerintah Indonesia sebagai respons atas kegagalan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berujung pada serangan militer terhadap wilayah Iran, Sabtu (28/2/2026).
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta, Sabtu (28/2).
Baca Juga: Bahan Baku Jadi Tantangan Utama Implementasi SAF Pertamina
Indonesia secara tegas menyesalkan kegagalan diplomasi antara AS dan Iran yang memicu ketegangan bersenjata.
Kemlu menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghormati kedaulatan wilayah setiap negara.
Situasi memanas setelah pasukan AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump melancarkan operasi militer besar ke Iran dengan alasan meniadakan ancaman pengembangan senjata nuklir.
Baca Juga: Mensos Beberkan 45% Bansos PKH Meleset, Warga Miskin ‘Tak Terlihat’ Korban
Serangan tersebut terjadi tepat setelah putaran ketiga perundingan tidak langsung di Jenewa pada Kamis (26/2) gagal mencapai kesepakatan terkait pembatasan pengayaan uranium dan pencabutan sanksi.
Kegagalan ini dianggap sebagai ancaman serius bagi stabilitas kawasan serta perdamaian dunia.
Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa inisiatif mediasi Presiden Prabowo merupakan wujud nyata politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas global.
Indonesia menekankan bahwa penyelesaian perbedaan pendapat harus dilakukan melalui cara damai, bukan konfrontasi militer.
Terkait keselamatan warga negara, pemerintah mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan otoritas setempat.
WNI diminta terus menjalin komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat guna memastikan perlindungan dan keamanan mereka selama masa krisis. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan? Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



