
Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Serangan Tank Israel Diduga Jadi Penyebab

Baca Juga: Imigrasi Periksa 230 Guru Asing di 3 Sekolah Internasional PIK, Ini Hasilnya “Temuan awal UNIFIL dalam penyelidikan mengindikasikan sebuah proyektil yang ditembakkan dari tank Merkava Israel mengenai posisi UNIFIL, mengakibatkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dan Praka Rico Pramudia,” kata Dujarric dalam pernyataan pers yang dipantau di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Insiden yang terjadi pada 29 Maret tersebut sebelumnya telah menyebabkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon di lokasi kejadian, sementara Praka Rico sempat bertahan dalam perawatan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan prajurit terbaiknya. Baca Juga: 69 Siswa Keracunan MBG, Pemkot Kediri Tutup SPPG Usai Temuan Bakteri E. Coli Guterres memberikan peringatan keras bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional. “Sekjen PBB kembali mendesak semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keamanan dan keselamatan personel PBB,” tutur Dujarric. Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan menuntut investigasi tuntas agar pihak bertanggung jawab dapat ditindak secara hukum. Gugurnya Praka Rico menambah daftar panjang prajurit Indonesia yang tewas dalam menjalankan misi perdamaian di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah. Dalam satu bulan terakhir, Indonesia tercatat kehilangan empat prajurit TNI di Lebanon, termasuk Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur dalam serangan konvoi pada 30 Maret. Secara total, enam personel UNIFIL telah tewas sejak awal Maret, termasuk dua tentara asal Prancis yang gugur dalam serangan patroli pada pertengahan April. (af/hi) Pilihan Redaksi: Hilangnya Paspor Siti: Modus Baru Sindikat TPPO?
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



