
TNI Janji Penuhi Kewajiban ke Tiga Prajurit Korban Serangan Israel di Lebanon

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan negara akan memenuhi seluruh hak bagi tiga prajurit TNI AD yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Selain hak administratif dan santunan, KSAD menjamin keluarga yang ditinggalkan akan terus mendapatkan dukungan penuh sebagai bagian dari keluarga besar TNI.
Penegasan tersebut disampaikan Maruli saat memimpin upacara pelepasan jenazah di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).
Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus 4,5 Juta Ton
Ketiga prajurit tersebut dipulangkan ke tanah air setelah menempuh penerbangan dari Turki dan tiba sekitar pukul 17.00 WIB.
"Negara akan terus memberikan perhatian dan dukungan penuh. Kami sangat kehilangan; mereka adalah putra-putra terbaik yang dipilih untuk melaksanakan tugas perdamaian dunia," ujar Jenderal Maruli dalam keterangan resminya, Minggu (5/4).
Upacara pelepasan berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada tiga prajurit terbaik bangsa, yaitu Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Baca Juga: Ada Skandal Setoran Kecamtan di Bogor, 12 Saksi Diperiksa
Upacara juga turut dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan penghormatan terakhir di ruang VIP sebelum jenazah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing.
Prosesi diawali dengan penyerahan jenazah dari kesatuan kepada negara yang diterima langsung oleh KSAD untuk dimakamkan secara militer.
Meski insiden ini membawa duka mendalam, Jenderal Maruli menekankan bahwa risiko penugasan tidak akan menyurutkan komitmen TNI AD dalam kontribusi perdamaian global.
Ia berharap dedikasi dan keberanian ketiga prajurit tersebut menjadi teladan bagi seluruh personel TNI yang sedang bertugas di berbagai belahan dunia.
"Pengorbanan ini menjadi pengingat bahwa setiap tugas mengandung risiko tulus demi kemanusiaan. Semangat mereka harus menjadi inspirasi bagi kita semua," pungkasnya. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



