
Tolak Bayar Iuran BoP, RI Pilih Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Baca Juga : Kawal Pengelolaan BOP, SIKK Adakan Fasilitasi Bantuan Operasional bagi Pengelola 45 CLC SMP Se-Sabah Ke depan, jika gencatan senjata tercapai dan rekonstruksi Gaza dimulai, pemerintah akan mempertimbangkan bentuk kontribusi tambahan. Namun tetap dalam koridor bantuan kemanusiaan dan pembangunan, bukan iuran organisasi. "Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," tegasnya. Prabowo menegaskan tidak ada ikatan finansial dalam keputusan Indonesia bergabung dengan BoP. Posisi Jakarta tegas pada kontribusi melalui pasukan penjaga perdamaian dan bantuan kemanusiaan, sesuai dengan karakter kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Laporan Bloomberg pertengahan Januari mengungkap rancangan piagam BoP yang mengharuskan anggota membayar 1 miliar dolar AS untuk status keanggotaan permanen. Keanggotaan reguler berlaku tiga tahun dengan kemungkinan perpanjangan oleh Trump selaku Ketua Dewan, namun batasan waktu gugur bagi negara yang menyetor dana dalam tahun pertama. Indonesia memilih jalan berbeda dengan menawarkan kontribusi non-finansial berupa pasukan perdamaian, mencerminkan komitmen kemanusiaan tanpa terikat persyaratan iuran yang ditetapkan dalam draft piagam BoP. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi Total
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



