
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Bakal Sisir Daerah Kantong WNA

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim terus meluas. KPK kini menyatakan akan menelusuri daerah-daerah lain yang menjadi kantong konsentrasi WNA di luar Jakarta dan Bali untuk melihat apakah praktik serupa juga terjadi di sana.
Jubir KPK, Budi Prasetyo menegaskan penyidik akan mempelajari pola pengurusan izin tinggal WNA di kantor-kantor imigrasi pada daerah dengan populasi WNA tinggi, mengikuti jejak pengembangan penyidikan yang sebelumnya menyasar Jakarta Barat dan Bali.
"Saat peristiwa tangkap tangan kemarin kan lokasinya di Jakarta Barat, kemudian ini kami menyasar ke Bali. Apakah kemudian kami akan menyasar daerah-daerah lain yang menjadi kantong besar para WNA bermukim? Kami akan cek proses dan mekanisme pengurusan izin tinggalnya," tegas Budi di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
KPK juga mengungkapkan telah menerima banyak informasi dari masyarakat yang memperkaya proses penyidikan. Tarif pemerasan di Bali sendiri sebelumnya disebut berkisar Rp100 ribu hingga Rp2,5 juta per pengurusan izin tinggal WNA.
"Nanti kami lihat pola-polanya di Kanim-Kanim itu. Tentu kami akan menyasar juga untuk pengembangan penyidikan," pungkas Budi.
Kasus ini bermula dari OTT pada 2-3 Juni 2026 yang menangkap 17 orang terdiri dari 8 ASN dan 9 pihak swasta perantara pengurusan dokumen keimigrasian.
Silmy menyerahkan diri pada 3 Juni 2026 dan sehari kemudian KPK menetapkan delapan tersangka. Para tersangka diduga meraup Rp145,5 miliar dari praktik pemerasan selama 2022-2026, mencakup jajaran dari Dirjen hingga staf subdirektorat izin tinggal.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



