VOICEINDONESIA.CO, Bogor – Bonus Demografi menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk terus mendongkrak kapasitas diri.
Bima mengingatkan bahwa momentum bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia saat ini memiliki batas waktu, sehingga produktivitas angkatan muda harus dioptimalkan agar tidak menjadi beban di masa depan.
“Saat ini kita tengah mendapatkan bonus demografi [yaitu] ketika [usia] yang produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak. Tapi, bonus demografi ini enggak selamanya,” kata Bima di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5).
Optimisme Bima sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu calon kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa lompatan ekonomi tersebut hanya bisa terwujud jika disokong oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, serta memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas sejak dini.
Lebih lanjut, mantan Wali Kota Bogor ini menekankan bahwa kualitas pemuda tidak sekadar diukur dari kecerdasan individu, melainkan dari kepekaan mereka terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitar.
Bima mendesak para pelajar untuk aktif membangun relasi dan keluar dari zona nyaman agar mampu menelurkan solusi lewat kerja sama lintas sektor.
“Ingat kata-kata saya. Masa depan akan dimiliki orang-orang yang terampil untuk menggunakan jejaring dan berkolaborasi,” ujarnya.
Di samping mematangkan semangat kolaboratif dan memperluas wawasan global, generasi muda juga dituntut menjaga jati diri serta semangat kebangsaan.
Bima menutup arahannya dengan berpesan agar para pelajar jeli melihat dan mengeksekusi setiap peluang yang ada, mengingat sejarah mencatat bahwa keberhasilan para tokoh besar lahir dari ketajaman mereka dalam membaca momentum.
“Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum,” tutur Bima. (af)



























