VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Desakan agar pemerintah menyiapkan skenario darurat evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Venezuela semakin kencang. Hal ini menyusul serangan Amerika Serika (AS) yang menangkap Presiden Nicolas Maduro dan memperburuk kondisi keamanan di negara Amerika Latin tersebut.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menekankan perlunya kesiapan maksimal pemerintah dalam menghadapi kemungkinan terburuk. Menurutnya, perkembangan konflik antara AS dan Venezuela yang begitu cepat mengharuskan adanya antisipasi sejak dini.
Ia meminta Kemlu RI terus berkoordinasi intensif dengan perwakilan di Caracas. Dia menekankan Indonesia perlu menjaga posisi diplomatis yang seimbang dengan mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak namun tetap konsisten membela keselamatan warga negara.
"Diplomasi yang tenang namun sigap perlu dijalankan, agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara," tegasnya, Senin (5/1/2026).
Dave menjelaskan opsi pemulangan WNI harus dipersiapkan sejak dini sebagai bentuk antisipasi. Namun pelaksanaannya tetap menunggu perkembangan situasi di lapangan dengan mempertimbangkan berbagai faktor keamanan yang berkembang.
Baca Juga : Nasib 600 WNI Belum Jelas, Diperkirakan Terjebak Ditengah Konflik Kamboja
Dia menegaskan pemerintah tidak boleh gegabah namun juga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk. Kesiapan logistik, jalur evakuasi, dan komunikasi dengan WNI harus sudah tersusun sejak sekarang agar dapat dieksekusi dengan cepat bila diperlukan.
"Kesiapan logistik, jalur evakuasi, dan komunikasi dengan WNI harus sudah disusun, sehingga bila keadaan mendesak, pemerintah dapat bergerak cepat," imbuhnya.
Dave memastikan Komisi I DPR akan terus mengawal langkah Kemlu RI agar setiap kebijakan tetap dalam koridor kepentingan nasional. Setiap keputusan harus sesuai dengan hukum internasional untuk menghindari komplikasi diplomatik di kemudian hari.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri telah memastikan kondisi seluruh WNI di Venezuela dalam keadaan aman setelah AS melakukan serangkaian serangan ke Ibu Kota Caracas pada Minggu (4/1/2026).
Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Mulachela mengungkapkan pemerintah melalui KBRI Caracas terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan memastikan seluruh WNI dilaporkan dalam kondisi aman. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Meratifikasi Konvensi ILO 188: Janji Kesejahteraan Bagi Pahlawan Laut Indonesia