VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkap adanya kemungkinan perbedaan jumlah penumpang KMP Putri Yasmin dengan data manifest resmi, sebuah temuan yang menurutnya bakal ditindaklanjuti lewat proses investigasi komprehensif.
Dudy menjelaskan biasanya kapal sudah mendaftarkan jumlah penumpang saat mengajukan surat izin berlayar, namun kerap terjadi penambahan penumpang yang tidak dilaporkan sebelum kapal benar-benar berangkat.
"Sebelum kapal benar-benar berlayar, biasanya ada penambahan penumpang yang tidak dilaporkan," katanya pada Senin (17/8/2026).
Ia menegaskan hal ini menjadi bahan evaluasi penting, sebab penambahan jumlah penumpang seharusnya tetap dilaporkan meski surat izin berlayar sudah diterbitkan lebih dulu.
Menhub turut menegaskan KMP Putri Yasmin sebenarnya berstatus laik laut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada Juni 2026, jauh sebelum kapal tersebut mengalami insiden kebakaran di perairan Selat Lombok.
"KMP Putri Yasmin dalam kondisi laik laut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada bulan Juni 2026," kata Menhub.
Terkait penyebab pasti kebakaran, Dudy menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tanpa ingin mendahului hasilnya.
Dudy menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut dan menginstruksikan seluruh unsur terkait fokus pada proses pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang sejak menerima informasi kejadian pada Rabu (12/8/2026) subuh.
"Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," lanjut Menhub.
Ia memastikan pemerintah melalui PT Jasa Raharja akan menanggung seluruh hak korban secara penuh, mulai dari biaya perawatan dan pengobatan hingga santunan, sementara kendaraan penumpang akan mendapat penggantian dari PT Asuransi Jasaraharja Putera.
Dudy turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar, Distrik Navigasi Benoa, pemerintah daerah, petugas pelabuhan, tenaga kesehatan, serta kapal-kapal di sekitar lokasi yang segera memberikan pertolongan begitu menerima informasi marabahaya.
"Perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga saat terjadi kecelakaan, diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan," kata Menhub.
Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menyatakan jumlah orang yang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin bertambah menjadi 212 orang hingga Rabu (12/8/2026) malam.


























