VOICE Indonesia
News

Polda Riau Buru Sindikat Scam Internasional

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Polda Riau Buru Sindikat Scam Internasional
Polda Riau Buru Sindikat Scam Internasional
VOICEINDONESIA.CO, Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau mendalami keterlibatan sindikat scam internasional dalam kasus Susi Yanti Br Sinaga (22), warga Kabupaten Siak yang terjebak di Kamboja. Penyidik mengumpulkan informasi dari keluarga korban di Desa Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam untuk menelusuri jejak jaringan perdagangan orang. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengungkapkan pihaknya masih mengidentifikasi apakah kasus ini murni tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau bagian dari operasi sindikat scam yang lebih besar. Investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk membongkar jaringan yang beroperasi di balik penipuan kerja ke luar negeri. Susi saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Khmer Soviet Friendship, Phnom Penh. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau terus memantau kondisinya melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja. "Kami tengah mendalami apakah kasus ini murni TPPO," jelas Hasyim di Pekanbaru, Jumat (6/3/2026). Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu Kurniawan mengungkapkan Susi awalnya dijanjikan bekerja di Malaysia namun justru dibawa ke Kamboja. Perempuan asal Siak tersebut berangkat hanya menggunakan paspor tanpa dokumen kerja resmi, sehingga tergolong pekerja migran ilegal atau nonprosedural.

Baca Juga : Pemerintah Akui Ketidaktahuan Warga Picu Korban TPPO Susi saat ini didampingi pacarnya bernama Bram Silitonga selama menjalani perawatan di ICU. KBRI Phnom Penh telah menjenguk dan bertemu langsung dengan korban di rumah sakit untuk memastikan kondisi dan kebutuhannya terpenuhi. "Ataukah bagian dari sindikat scam internasional," jelasnya. Fanny menegaskan pemerintah tidak tinggal diam dalam menangani persoalan pekerja migran nonprosedural. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa melalui mekanisme resmi yang terjamin keamanannya. "Kami terus berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh untuk memastikan kondisi saudari Susi Yanti," katanya. KBRI Phnom Penh menyarankan agar keluarga terus memantau perkembangan kondisi Susi melalui Bram yang berada di lokasi. BP3MI Riau akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi korban membaik dan dapat dipulangkan ke Indonesia. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Polda Riau#scam Internasional#tppo
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.