VOICEINDONESIA.CO, Jakarta –
Pebulutangkis ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri mengakui pertahanan lawan menjadi salah satu faktor yang membuat dirinya bersama pasangan harus tersingkir di semifinal nomor perorangan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Fikri mengatakan, serangan yang terus dilancarkan bersama pasangannya Fajar Alfian mampu dipatahkan lawan. Kondisi tersebut membuat lawan semakin percaya diri, terutama saat memasuki gim ketiga.
“Yang pasti di game ketiga tadi saat kita berusaha menyerang terus tapi tidak membuahkan poin, itu membuat mereka jadi yakin lagi, lebih percaya diri lagi dengan kemampuan defend mereka dan itu sangat solid sekali,” kata Fikri.
Menurutnya, solidnya pertahanan lawan membuat dirinya dan pasangan kesulitan menemukan celah untuk mendapatkan poin. Bahkan, beberapa kali keduanya harus bermain secara individual karena serangan yang dilancarkan tidak mampu menembus pertahanan lawan.
Fikri mengaku tetap bersyukur dengan pencapaiannya di Asian Games kali ini. Bersama pasangannya, ia berhasil menyumbangkan medali emas dari nomor beregu dan meraih perunggu di nomor perorangan.
“Kalau dibilang puas, perorangan saya ekspektasinya pengen mendapatkan terbaik, pengen dapat emas, tapi memang rezekinya saya dengan Fikri. Tapi alhamdulillah kami di beregu juga bisa mendapatkan emas. Jadi satu emas, satu perunggu,” ujarnya.
Hasil tersebut, kata Fikri, menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum mampu mempersembahkan medali emas dari nomor perorangan. Namun, Fikri mengajak masyarakat tetap memberikan dukungan kepada para wakil Indonesia yang masih bertanding.
“Saya pribadi mengucapkan meminta maaf karena tidak bisa menyumbang medali emas di perorangan ini. Tapi kami semua mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungannya dan dukung badminton selalu,” pungkasnya. (rnm)



























