VOICE Indonesia
Travel

WITF 202 Digelar Oktober, Bidik Penguatan Pariwisata Indonesia di Pasar Global

Kiky - VOICEIndonesia.co3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Konfrensi pers
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Memberikan Keterangan Pers di Jakarta(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Indonesia kembali memperkuat promosi pariwisata ke pasar internasional melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026. Pameran pariwisata berbasis bisnis atau B2B ini akan digelar pada 15-17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.

WITF 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ketiga hasil kolaborasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Kementerian Pariwisata, dan Pemprov DKI Jakarta.


Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan penguatan konektivitas antara industri pariwisata Indonesia dan pasar internasional penting dilakukan di tengah perubahan lanskap pariwisata global.

Menurutnya, forum B2B seperti WITF memberi kesempatan bagi pelaku industri untuk bertemu langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, sekaligus memperkenalkan destinasi dan produk wisata Indonesia.

"Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia," kata Widiyanti dalam konferensi pers WITF 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Dalam gelaran tahun ini, Kementerian Pariwisata kembali menyediakan booth Wonderful Indonesia  bagi pelaku industri pariwisata dalam negeri. Pesertanya antara lain desa wisata, travel agent, industri wellness, taman wisata, hingga wisata sekolah.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta turut mendukung WITF 2026 sebagai bagian dari rangkaian Menuju 5 Abad Jakarta.

Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani mengatakan Jakarta memiliki posisi strategis sebagai gateway dan hub pariwisata Indonesia karena menjadi titik temu antara pasar internasional dengan berbagai destinasi di Tanah Air.

"Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional," ujar Hariyadi.

WITF 2026 akan menghadirkan puluhan exhibitor dari berbagai subsektor pariwisata, mulai dari tour operator, travel agent, hotel, perusahaan transportasi, maskapai, kereta penumpang, desa wisata, liveboard, theme park, restoran, wellnes, hingga produk pendukung pariwisata lainnya.

Dari sisi pasar, WITF 2026 menargetkan kehadiran lebih dari 100 international buyer dari 34 negara yang akan dipertemukan dengan exhibitor Indonesia melalui business matching.

Kementerian Pariwisata juga mendatangkan puluhan buyer potensial dari negara-negara fokus pasar melalui program Familiarization Trip (Fam Trip) ke sejumlah destinasi Indonesia sebelum mengikuti business matching di WITF.
Tak hanya pasar internasional, WITF 2026 turut memperluas jejaring bisnis dengan menghadirkan lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional.

Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata mengatakan kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian menjadi tantangan bagi industri pariwisata. Namun, kondisi tersebut dinilai justru memperkuat kebutuhan industri untuk terus membuka pasar dan membangun hubungan dengan buyer.

"Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif," ujar Budi.

Mengusung tema "Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism", WITF 2026 ditujukan sebagai platform untuk mempertemukan supply pariwisata Indonesia dengan permintaan pasar global sekaligus memperluas peluang perjalanan wisata domestik.

Penyelenggara berharap WITF 2026 dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta pariwisata global sekaligus menciptakan peluang bisnis baru bagi pelaku industri pariwisata di dalam negeri. (rnm)

Ringkasan AI

Indonesia kembali memperkuat promosi pariwisata ke pasar internasional melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026. Pameran pariwisata berbasis bisnis atau B2B ini akan digelar pada 15-17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus DipadamkanNasional

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Kiky· 23 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.