VOICEINDONESIA.CO, Dumai – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan upaya masuknya 16 pekerja migran ilegal dari Malaysia dan Bangladesh ke wilayah Indonesia melalui pesisir Pantai Purnama, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin (31/8).
Penggagalan tersebut dilakukan tim gabungan yang terdiri atas Quick Response Lanal Dumai, Tim B Intelmar Kodaeral I, dan Satgas Ops Intelmar Koarmada I.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah perairan perbatasan sekaligus mencegah tindak pidana perdagangan orang.
"Upaya ini dilakukan dalam rangka menjaga keamanan wilayah perairan perbatasan serta melindungi warga negara dari tindak pidana perdagangan orang," kata Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Tunggul menjelaskan pengungkapan tersebut berawal dari informasi intelijen mengenai pergerakan sebuah speedboat mencurigakan dari arah utara Selat Malaka menuju perairan Dumai.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel gabungan langsung melakukan pemeriksaan dan pemantauan di wilayah perairan pada Senin sekitar pukul 06.00 WIB.
Petugas kemudian menemukan speedboat yang dicurigai bersama para penumpangnya berada di kawasan pesisir Pantai Purnama.
Saat hendak diamankan, para penumpang berusaha melarikan diri dengan melompat ke arah pantai. Petugas kemudian melakukan penyisiran di sepanjang kawasan pesisir hingga permukiman warga di sekitar lokasi.
"Saat hendak ditangkap, para pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat ke pinggir pantai. Setelah penyisiran ketat di sepanjang kawasan pesisir hingga pemukiman warga sekitar, petugas berhasil mengamankan total 16 orang beserta barang bukti penunjang," jelas Tunggul.
Tunggul menyebut 16 orang yang diamankan terdiri atas delapan warga negara Malaysia dan delapan warga negara Bangladesh.
"Ke-16 orang beserta barang bukti tersebut langsung dibawa ke markas lanal untuk seterusnya diserahkan ke pihak berwajib untuk menjalani proses hukum yang berlaku," ujarnya.
Menurut Tunggul, pengungkapan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam mencegah praktik perdagangan orang dan penyelundupan pekerja asing melalui jalur tidak resmi.
Ia memastikan patroli dan pengawasan di wilayah perairan perbatasan akan terus diperkuat untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi. (af)



























