VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Jatim), Adhy Karyono menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang kesekian kalinya kasus keracunan MBG di Jawa Timur.
Meskipun, lanjutnya, berbagai upaya sudah dilakukan seperti pengetatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) juga pengawasan, namun masih ada kesalahan yang di lakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dengan terjadinya keracunan MBG di pondok pesantren Manba’ul Hikam yang menyebabkan korban cukup banyak, Satgas MBG Jatim sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mencari penyebab atau faktor utama dari keracunan MBG tersebut.
Satgas MBG Jatim terus berkoordinasi dengan BGN agar segera menindak lanjuti dan memberikan sangsi terhadap SPPG yang melalukan kesalahan.
"Pemerintah Provinsi Jatim melalui satgas MBG akan melakukan konsolidasi dan memanggil semua dapur MBG dan memastikan kembali apakah semua aturan sudah di taati. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan dengan program tersebut," jelas Adhy Karyono usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Jatim Selasa siang tadi (02/09/2026).
Pengolahan dapur MBG harus diperketat kembali agar kejadian keracunan MBG tidak terulang kembali, di samping itu BGN juga harus tegas dalam melakukan pemberian sanksi terhadap SPPG yang tidak patuh pada aturan dan merugikan masyarakat.(fsm)



























