VOICE Indonesia
Daerah

BGN Bakal Investigasi SPPG Penyalur MBG ke Ponpes di Sidoarjo

Farhan Sunday Mahardika - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
1000025384
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo saat memberikan keterangan kepada awak media.(Foto: Dok.Farhan Sunday/VOICEINDONESIA)

VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Badan Gizi Nasional (BGN) pusat akan melakukan investigasi langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Investigasi dilakukan setelah sejumlah santri diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu makanan.

‎Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, tim BGN pusat dijadwalkan turun ke Sidoarjo untuk melakukan investigasi lanjutan. Pemeriksaan tersebut untuk menentukan tingkat persoalan sekaligus status suspensi terhadap SPPG yang bersangkutan.

‎"Tim pusat pun akan datang hari ini juga untuk investigasi lanjut, apakah suspensi ini ringan atau berat," kata Teguh, Rabu 2 September 2026.

‎Sebelumnya, tim BGN Provinsi Jawa Timur bersama Koordinator Wilayah BGN Sidoarjo telah melakukan investigasi awal di lapangan dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan pusat. Dari hasil penanganan awal tersebut, BGN menerbitkan surat suspensi sehingga dapur SPPG untuk sementara tidak beroperasi.

‎"Per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Jadi, sementara dapur sudah tidak beroperasi," ujarnya.

‎Teguh mengatakan, penyebab dugaan keracunan masih dalam tahap investigasi dan evaluasi. Menu yang dikonsumsi penerima saat kejadian antara lain telur, nasi, dan tumis sayur. Sementara informasi mengenai adanya belatung dalam makanan yang beredar di media sosial, menurut dia, belum ditemukan dalam pemeriksaan awal.

‎"Ini masih investigasi dan evaluasi. Kemarin ada telur, nasi, terus tumis sayur. Kalau informasi di media sosial katanya ada belatung, itu tidak ada," katanya.

‎SPPG tersebut diketahui menyuplai makanan MBG ke sedikitnya 19 satuan pendidikan. Dua di antaranya berada di lingkungan pondok pesantren, sedangkan lainnya merupakan sekolah umum dan TK swasta. Khusus penerima di lingkungan pondok, jumlah makanan yang disalurkan mencapai sekitar 1.000 porsi per hari.

‎Perkembangan jumlah korban masih dikoordinasikan BGN dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo dan rumah sakit. Hasil investigasi BGN pusat nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG, termasuk status suspensi dan evaluasi pemenuhan standar operasional.(fsm)

Ringkasan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) pusat akan melakukan investigasi langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Investigasi dilakukan setelah sejumlah santri diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu makanan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Patroli Siber P2MI Pantau Iklan Lowongan Kerja Fiktif ke Luar NegeriPekerja Migran Indonesia

Patroli Siber P2MI Pantau Iklan Lowongan Kerja Fiktif ke Luar Negeri

Afifah· 02 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.