VOICE Indonesia
Daerah

Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Terus Berdatangan di RSUD RT Notopuro

Joko Hermanto - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
1527924
Sedikitnya 24 santri kembali tiba di rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan setelah sebelumnya ratusan santri telah dirujuk pada Selasa (1/9) malam.(Foto: Dok.Joko Hermanto/VOICEINDONESIA)

VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Gelombang korban dari santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang membutuhkan penanganan medis akibat diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berdatangan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9) pagi.

Sejak subuh hingga sekitar pukul 11.50, ambulans hilir mudik membawa santri dari ponpes tersebut. Sedikitnya 24 santri kembali tiba di rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan setelah sebelumnya ratusan santri telah dirujuk pada Selasa (1/9) malam.

Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo Rizqi Maulana mengatakan, tambahan pasien tersebut masih menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Keluhan yang dialami para santri relatif sama, yakni diare dan dehidrasi.

"Pasiennya ini tadi masih observasi di IGD. Dari ponpes," kata Rizqi.

Para santri yang datang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dari tambahan pasien tersebut, enam orang masih menjalani observasi dan belum dapat dipastikan apakah harus menjalani rawat inap.

Rizqi menjelaskan, enam pasien tersebut masih akan dipantau respons tubuhnya terhadap penanganan medis. Secara umum, reaksi obat biasanya dapat terlihat dalam rentang dua hingga tiga jam, namun keputusan selanjutnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

"Keluhannya diare sama dehidrasi," ujarnya.

Sementara itu, hingga Rabu pagi, terdapat 11 santri yang tercatat masih menjalani perawatan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Kondisi mereka disebut sudah cukup baik, meski belum diperbolehkan pulang karena masih berada dalam pantauan dokter.

"Untuk yang dirawat kondisinya alhamdulillah cukup baik. Sudah cukup baik. Tapi belum boleh pulang, masih dalam pantauan dokter," jelasnya.

Mengenai adanya tambahan pasien pada Rabu pagi, pihak rumah sakit menduga hal itu berkaitan dengan proses pendataan saat kondisi rumah sakit sangat padat pada Selasa malam.

Rizqi menyebut, ada santri yang sebelumnya sudah terdata, sempat mendapatkan perawatan, kemudian pulang, namun kembali lagi pada Rabu pagi. Di sisi lain, terdapat pula pasien yang kemungkinan belum sempat masuk dalam pendataan karena situasi di rumah sakit saat itu cukup ramai.

"Karena tadi malam crowded, jadi pendataan kita ada yang sudah mungkin keburu langsung pulang. Jadi belum masuk ke tempat pendataan kita," ungkapnya.

Sebagai informasi, ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam sebelumnya mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan massal. Para santri kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD RT Notopuro Sidoarjo.

Dugaan sementara mengarah pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Namun, penyebab pasti peristiwa tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak terkait. (joe)

Ringkasan AI

Gelombang korban dari santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang membutuhkan penanganan medis akibat diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berdatangan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9) pagi. Sejak subuh hingga sekitar pukul 11.50, ambulans hilir mudik membawa santri dari ponpes tersebut.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTTImigrasi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTT

Afifah· 01 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.