VOICEINDONESIA.CO, Malang – Pencarian seorang lansia bernama Saimin, 76, warga Dusun Bonjagung, Desa Pait, Kasembon, Kabupaten Malang, yang dilaporkan hilang sejak Selasa (3/11), berakhir tragis. Korban ditemukan di lereng sungai pada Kamis (5/11) pagi dalam kondisi tidak sadarkan diri. Nahas, nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kapolsek Kasembon AKP Sugihartono menjelaskan korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh tim SAR gabungan. Lokasi penemuan berjarak sekitar 500 meter dari titik terakhir korban terlihat oleh warga.
“Saat ditemukan, korban dalam kondisi pingsan dengan luka lecet di bagian bahu kiri,” ungkap Sugihartono, Jumat (6/11).
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke lereng sungai. Petugas bersama tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi untuk memberikan pertolongan medis. Namun, Saimin meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Peristiwa hilangnya Saimin bermula saat korban berpamitan pergi ke sawah pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban hendak melakukan pemupukan tanaman di kawasan Dusun Pait Utara dengan mengendarai sepeda motor.
Setibanya di area persawahan, sepeda motor korban diparkir di sebuah gubuk. Aktivitas tersebut merupakan rutinitas yang biasa dilakukan Saimin sehingga keluarga awalnya tidak menaruh kecurigaan.
Namun, hingga sore hari korban tak kunjung pulang. Sekitar pukul 17.00 WIB, anak korban kemudian menyusul ke sawah untuk memastikan keberadaannya. Setibanya di lokasi, keluarga hanya menemukan sepeda motor Saimin yang masih terparkir di dekat gubuk.
Pencarian pun dilakukan dengan melibatkan warga sekitar. Sekitar pukul 18.00 WIB, warga mulai menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur perjalanan terakhir korban.
Dalam pencarian tersebut, anak korban mendapatkan informasi dari dua warga, Jianto dan Priyono. Keduanya mengaku sempat melihat Saimin di kawasan hutan. Seorang saksi melihat korban berjalan menuju hutan mahoni, sementara saksi lainnya terakhir bertemu korban di area hutan kopi yang mengarah ke kawasan tersebut.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi yang dimaksud. Namun, korban tidak ditemukan. Jarak lokasi tersebut diperkirakan sekitar tiga kilometer dari tempat sepeda motor korban diparkir.
Sugihartono menyebutkan keluarga semakin khawatir lantaran Saimin diketahui memiliki riwayat mudah lupa atau pikun. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat korban tersesat ketika berada di kawasan persawahan hingga hutan.
“Upaya pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan tim SAR gabungan, BPBD, kepolisian, TNI, Perhutani, serta masyarakat setempat,” terang dia.
Setelah tiga hari dilakukan pencarian, keberadaan Saimin akhirnya diketahui di kawasan lereng sungai. Meski berhasil ditemukan dan segera dievakuasi, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Peristiwa tersebut menjadi akhir dari pencarian lansia yang sebelumnya berangkat ke sawah untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi tak kunjung kembali ke rumah.(fsm)























