VOICEINDONESIA.CO, Bekasi – BPBD Kota Bekasi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama periode kemarau basah yang diprediksi berlangsung hingga Juli 2027.
Anggota Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Kota Bekasi Aditya Dwi Prabowo menjelaskan, kemarau basah merupakan kondisi ketika periode kemarau masih diselingi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
“Jadi nanti kemarau, kemudian hujan deras. Besok panas lagi,” ungkap Adit saat melakukan sosialisasi Mitigasi Bencana bersama komunitas Jatayu di Cimuning, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Adit, berdasarkan informasi yang diterima BPBD, kondisi kemarau basah diperkirakan berlangsung hingga Juli 2027.
Sementara itu, puncak musim hujan di Kota Bekasi diprediksi terjadi pada Januari 2027.
“Kita memberikan informasi terkait kebencanaan dan memang untuk satu tahun kedepan ini kota Bekasi dilanda dengan Kemarau Basah sampai dengan di bulan Juli tahun 2027. Namun demekian, prediksi dari BMKG juga musim atau puncak hujan itu akan ada di bulan Januari,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi banjir, BPBD mengajak masyarakat menjaga kebersihan selokan dan saluran drainase agar aliran air tetap lancar.
Adit juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di luar rumah ketika hujan turun.
Pengendara sepeda motor diimbau membawa jas hujan serta menghindari berteduh di bawah papan reklame, pohon, jembatan, maupun jalan layang.
“Tetap waspada. Pada saat menggunakan sepeda motor untuk membawa jas hujan. Pada saat hujan di jalan untuk tidak berteduh dibawah reklame dan pohon indikasinya adalah tertimpa batang atau ranting pohon. Dan tidak berteduh dibawah jembatan dan fly over,” kata Adit.
Lebih lanjut, BPBD mencatat terdapat lebih dari 80 titik yang masuk dalam pemetaan wilayah rawan banjir di Kota Bekasi.
Sejumlah kawasan perumahan bahkan pernah membutuhkan penanganan dan evakuasi ketika hujan turun.
“Titiknya bisa lebih dari 80 namun pada kenyataannya saat hujan ada beberapa perumahan yang harus kita lakukan evakuasi. Seperti Jatibening Permai, Pondok Gede, Perumahan Bojong Ikip, Nasio lalu beberapa perumahan daerah kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Bekasi Utara sampai Kecamatan Bekasi Timur” jelasnya. (af)























