VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – TNI Angkatan Laut gerak cepat membantu penanggulangan bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Dua kapal perang dari unsur Koarmada II yakni KRI dr.Soeharso-990 dan KRI Bung Hatta-370 saat ini telah tiba di Pelabuhan Reo untuk menyalurkan bantuan kepada korban di Kabupaten Manggarai.
Selain bantuan bahan pokok bagi korban, bantuan logistik pendukung termasuk alat berat di kerahkan membantu proses evakuasi. Kemudian, pasukan dukungan Korps Marinir dari Pasmar-2 langsung mendirikan Posko Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI AL yang dilengkapi dengan Rumah Sakit Lapangan dan Dapur Lapangan.
Fasilitas tersebut secara resmi didirikan di halaman SDK Kedindik, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo. Hadirnya posko dan rumah sakit darurat menjadi upaya memberikan layanan kesehatan bagi korban terdampak bencana.
Pangkoarmada II, Laksamana Muda TNI IGP Alit Jaya mengatakan, KRI dr. Soeharso-990 juga dibuka sebagai rumah sakit darurat bagi warga terdampak. “Warga terdampak yang memerlukan penanganan medis dibawa ke kapal rumah sakit tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut,” kata Alit Jaya melalui keterangan tertulis, Sabtu 22 Agustus 2026.
Selama sandar di Pelabuhan Reo, tercatat dua warga yang terindikasi fraktur akibat tertimpa bangunan saat gempa terjadi dan membutuhkan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut, segera dilarikan ke KRI dr. Soeharso-990. Satu di antaranya mendapat tindakan operasi pemasangan pen.
Alit Jaya menyebut, sebelum itu KRI Bung Hatta-370 telah sandar dengan membawa bantuan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, KRI Bung Hatta-370 juga membawa tenda keluarga bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Setibanya di Manggarai, prajurit KRI Bung Hatta-370 segera bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat di tiga desa terdampak. Sebanyak 1.150 paket sembako bantuan Presiden RI, dan 200 tenda keluarga bantuan BNPB disalurkan kepada warga di Desa Waso, Desa Robek, serta Desa Wangkung.
Ia pun secara langsung meninjau seluruh kegiatan operasi pendistribusian bantuan di beberapa wilayah. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran.
“Kehadiran Satgas Gulbencal TNI Angkatan Laut di wilayah terdampak merupakan wujud komitmen TNI AL dalam membantu pemerintah melaksanakan tugas kemanusiaan, sekaligus mempercepat proses penanganan dan pemulihan pasca bencana demi meringankan beban masyarakat Nusa Tenggara Timur,” katanya mengakhiri.(fsm)



























