VOICEINDONESIA.CO, Medan – Satu dari 361 siswa yang diduga keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo mengalami nyeri hebat berulang pada bagian perutnya, bahkan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan.
Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution mengungkap rasa nyeri tersebut datang silih berganti dan sempat membuat pasien sangat kesakitan sebelum akhirnya diberi obat pereda nyeri oleh tim medis.
"Merasa kesakitan dari perutnya itu. Sebelum begitu lah, rasa nyeri, nyeri, nyeri sekali," kata Yulinda pada Sabtu (15/8/2026).
Ia menjelaskan keluhan nyeri itu baru mereda usai disuntik analgesik, namun kerap muncul kembali dalam rentang waktu yang cukup singkat.
"Ditambah analgesiknya dari dokter, disuntikkan baru dia tenang. Setengah jam sekali begitulah, kalau nyeri yang terlalu hebat," ujarnya.
Yulinda menyebut pasien tersebut tiba di RSU Haji Medan pada Jumat (14/8/2026) pukul 13.30 WIB usai dirujuk dari Kabanjahe, dan tim medis berencana melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk memastikan perkembangan kondisinya dalam waktu dekat.
Kasus ini bermula dari dugaan keracunan massal yang menimpa 361 murid SMA Negeri 1 Berastagi beserta siswa SMA dan SMK swasta lain di Karo usai menyantap menu MBG, Kamis (13/8/2026). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, para siswa tersebar perawatannya di empat rumah sakit dan satu klinik, dengan rincian 270 pasien rawat inap, 89 pasien rawat jalan, serta dua pasien menjalani perawatan lebih intensif di dua rumah sakit berbeda di Medan.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turut menjenguk pasien yang dirawat di PICU RSU Haji Medan tersebut. Ia menyebut kondisi pasien ini merupakan yang paling parah di antara ratusan korban lainnya, hingga sempat mengalami penurunan kesadaran sebelum dirujuk dari Kabanjahe ke Medan.
"Kondisi adik kita ini lebih parah ya dibandingkan teman-teman yang lain. Murid tersebut dirujuk ke RSU Haji Medan setelah kondisinya mengalami penurunan kesadaran," ujar Bobby.
Bobby mengaku sempat berbincang dengan orang tua pasien dan memastikan pemerintah akan terus mengawal proses penanganan hingga anak tersebut benar-benar pulih.
"Kami tadi janji sampai pulih. Minta orang tua tadi, kalau bisa benar-benar dipulihkan total," tutur Bobby.



























