VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Penyelidikan kasus terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep, Madura, pada 2 Agustus 2026 terus bergulir. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur menemukan indikasi adanya ketidaksesuaian antara data manifes resmi dengan jumlah penumpang maupun barang yang diangkut kapal.
Dugaan tersebut mengemuka setelah penyidik menemukan perbedaan data yang disampaikan sejumlah pihak terkait. Informasi mengenai jumlah penumpang disebut masih berubah-ubah sehingga belum dapat dipastikan secara final.
Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat mempublikasikan jumlah penumpang yang sebenarnya karena masih dalam proses pendalaman.
“Data yang kami dapatkan masih berubah-ubah. Ada perbedaan dugaan jumlah manifes antara versi pengelola kapal dengan hasil penyelidikan kami di lapangan,” ujar Arman.
Untuk mengungkap dugaan ketidaksesuaian manifes tersebut, penyidik terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang terkait dengan operasional kapal. Hingga saat ini, sebanyak 22 saksi telah diperiksa.
Para saksi berasal dari unsur pengelola kapal, anak buah kapal (ABK), hingga pihak-pihak yang terlibat dalam proses keberangkatan KMP Mutiara Sentosa II.
Penyelidikan difokuskan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun kesengajaan dalam pencatatan data manifes. Penyidik juga mendalami kemungkinan pelanggaran aturan keselamatan pelayaran apabila ditemukan ketidaksesuaian antara jumlah penumpang yang tercatat dengan kondisi sebenarnya.(fsm)



























