VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah Targetkan 500 Ribu PMI Terampil hingga 2029

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi4 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri P2MI Mukhtarudin
Menteri P2MI Mukhtarudin(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi memulai program SMK Go Globaluntuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terampil, kompeten, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memanfaatkan bonus demografi Indonesia sekaligus merespons kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara yang menghadapi fenomena aging population.

“SMK Go Global merupakan bentuk pelindungan dari hulu. Peserta dibekali kompetensi, bahasa, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi,” ujar Mukhtarudin saat membuka Kick Off SMK Go Global bertema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia” di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Timur, Rabu (26/8/2026).

Program tersebut menargetkan penyiapan 500.000 calon pekerja migran terampil secara bertahap hingga 2029.

Dari jumlah itu, 300.000 peserta ditargetkan berasal dari lulusan SMK dan 200.000 lainnya berasal dari pendaftar umum, termasuk lulusan SMA, diploma, hingga sarjana.

Penyiapan 500.000 calon PMI tersebut dilakukan secara bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Mukhtarudin menegaskan SMK Go Global tidak hanya mengejar jumlah pekerja yang diberangkatkan ke luar negeri. Pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja negara tujuan atau pendekatan demand-driven.

Program tersebut membekali calon PMI dengan peningkatan keterampilan (upskilling), bahasa, dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Yang kita siapkan bukan sekadar tenaga kerja untuk diberangkatkan, tetapi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan mampu memenuhi standar kebutuhan industri di negara tujuan,” katanya.

KP2MI menyiapkan 2.000 kelas pelatihan di 23 wilayah kerja BP3MI. Para peserta nantinya diarahkan untuk mengisi peluang kerja di sejumlah negara, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Turki, Taiwan, Maladewa, serta negara-negara Eropa.

Mukhtarudin mengatakan pemerintah tetap memprioritaskan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Namun, masyarakat yang memilih bekerja ke luar negeri akan disiapkan agar dapat melalui jalur resmi dan memperoleh pelindungan.

Antusiasme masyarakat terhadap program SMK Go Global disebut cukup tinggi. Pada pendaftaran Batch 1 yang dibuka pada 12–22 Agustus 2026, tercatat 14.523 orang mendaftar.

Setelah melewati verifikasi administrasi, tes tertulis, dan wawancara, sebanyak 3.340 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan dalam 167 kelas yang tersebar di 20 wilayah kerja BP3MI.

Menurut Mukhtarudin, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh akses terhadap peluang kerja internasional.

Program SMK Go Global juga diperkuat melalui kerja sama KP2MI dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan kolaborasi tersebut membentuk sinergi dari sisi penyiapan kompetensi hingga akses pasar kerja.

“Kementerian Perindustrian berperan di sisi hulu untuk menyiapkan skill dan kompetensi teknis dari para pekerja serta memastikan tersedianya standar kualitas. Sementara itu, Kementerian P2MI berperan di sisi hilir membuka akses pasar kerja, menempatkan lulusan, dan memberikan payung perlindungan,” ujar Emmy.

Kemenperin mengoptimalkan tujuh BDI yang berada di Jakarta, Medan, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar untuk mendukung penyiapan calon PMI.

Pembekalan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, dan penguatan etos kerja.

Pelatihan ditujukan untuk memastikan keterampilan teknis calon PMI sesuai standar industri global. Sementara sertifikasi menjadi pengakuan terhadap kompetensi peserta dan penguatan etos kerja diarahkan untuk membentuk kedisiplinan serta profesionalisme.

Pelaksanaan SMK Go Global juga menggunakan filosofi Asta Mandala sebagai kerangka pengelolaan PMI secara menyeluruh.

Kerangka tersebut mencakup lima aspek Panca Sukses, yakni Sukses Kompetensi, Sukses Pelindungan, Sukses Penempatan, Sukses Remitansi, dan Sukses Tata Kelola.

Kelima aspek tersebut diharapkan menghasilkan tiga dampak utama, yaitu dampak sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan dampak ekonomi bagi Indonesia.

Mukhtarudin berharap SMK Go Global dapat menjadi fondasi pembentukan ekosistem penyiapan PMI yang lebih berkualitas.

“Harapan kita, mereka yang mengikuti program ini bukan hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu membawa nama baik Indonesia dan memberikan kontribusi bagi keluarga serta perekonomian nasional,” pungkasnya.

Ringkasan AI

Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi memulai program SMK Go Globaluntuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terampil, kompeten, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional. Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memanfaatkan bonus demografi Indonesia sekaligus merespons kebutuhan tenaga kerja di sejumlah n

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Bolak-Balik ke Papua, Warga Rusia Ini DideportasiImigrasi

Bolak-Balik ke Papua, Warga Rusia Ini Dideportasi

Afifah· 25 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.