VOICE Indonesia
Daerah

Wamenag Minta Segera Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam

Farhan Sunday Mahardika - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi4 menit baca
VOICE Indonesia di Google
1000025508
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafi’i saat membesuk santri Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo yang masih dirawat karena diduga keracunan makanan(Foto: Dok.Humas Kemenag Jatim)

VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafi’i meminta dilakukan investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dugaan keracunan yang dialami sejumlah santri Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin Sidoarjo, Jawa Timur. Permintaan itu disampaikan Wamenag setelah menjenguk tujuh santri yang masih menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jumat, 4 September 2026.

Wamenag mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dibutuhkan para santri. Karena itu, kejadian di Pesantren Manbaul Hikam menurutnya perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebabnya.

“Dari kunjungan ke santri tadi, mereka menunggu dan sangat membutuhkan MBG. Program ini sudah berjalan beberapa bulan dari SPPG yang sama dan tidak ada persoalan. Baru kali ini terjadi masalah. Karena itu, harus ada investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” ujar Wamenag.

Menurutnya, informasi awal yang diterima menunjukkan sejumlah santri mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu yang disediakan. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat disimpulkan.

“Yang perlu kita pastikan adalah penyebabnya apa. Apakah proses memasaknya atau jadwal makannya yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam juknis. Ini yang perlu kita selesaikan,” ujarnya.

Wamenag menegaskan investigasi bukan untuk menentukan perlu atau tidaknya program MBG dilanjutkan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan standar keamanan dan pengolahan makanan terpenuhi.

“Bukan investigasi yang masuk ke wilayah perlu atau tidaknya MBG, tetapi kita ingin mengetahui ada apa. Apalagi dari dapur yang sama, untuk anak-anak yang sama, setelah berjalan sekian bulan, baru terjadi hari ini. Tentu harus ada investigasi,” ucapnya tegas.

Ia juga menyebut para santri pada dasarnya tetap membutuhkan program tersebut. Hal itu diketahui dari keterangan yang disampaikan para santri saat Wamenag melakukan kunjungan.

“Artinya, MBG-nya, semuanya mengatakan mereka sangat senang dan menunggu datangnya makanan dari MBG,” ucapnya.

Usai menjenguk santri, Wamenag mendatangi Pesantren Manbaul Hikam dan bertemu Ketua Yayasan Manbaul Hikam, KH Abdul Wachid Harun. Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama juga menyampaikan dukungan kepada pesantren dan santri yang terdampak.

Wamenag mengatakan, Kementerian Agama tetap mendorong perluasan manfaat MBG bagi pesantren dan madrasah. Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terus dilakukan agar cakupan penerima manfaat semakin luas.

“Kita sedang ngebut agar tidak ada lagi pesantren yang tidak mendapat jatah MBG, termasuk madrasah. Kita terus berkomunikasi dengan kepala BGN yang baru. Kita berharap tahun ini tidak ada lagi madrasah dan pesantren yang tidak mendapat manfaat makan gratis dari MBG,” katanya.

Wamenag menyebut sekitar 42 persen pesantren yang menjadi sasaran telah memperoleh manfaat MBG. Cakupan tersebut diharapkan terus meningkat.

Ia juga menyampaikan adanya peluang bagi pesantren dengan jumlah santri sekitar 1.000 orang untuk mengelola dapur MBG secara mandiri. Pesantren dapat memanfaatkan dapur yang sudah ada dengan memenuhi standar kebersihan dan higienitas.

“Dapur yang ada di-update. Yang perlu ditambah adalah higienisnya, tentang pencucian, penyimpanan, dan pembuangan limbahnya. Kalau itu bisa dipenuhi, pesantren yang santrinya mendekati atau sekitar 1.000 sudah bisa membuat dapur sendiri, tidak perlu harus mendapat asupan dari dapur yang ada di luar pesantren,” ujarnya.

Kementerian Agama selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh hasil pemeriksaan mengenai penyebab kejadian di Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Kepastian penyebab dinilai penting agar perbaikan dapat dilakukan dan keamanan makanan bagi para penerima manfaat tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Yayasan Manbaul Hikam KH Abdul Wachid Harun menjelaskan, pesantren telah menerima MBG selama sekitar tiga bulan. Makanan biasanya dikirim sekitar pukul 10.00 WIB dan dibagikan kepada santri sekitar pukul 12.00 WIB.

Pada Selasa, 1 September 2026, sebanyak 1.010 porsi MBG dari SPPG Kalitengah dikirim untuk siswa-siswi MA dan MTs Manbaul Hikam. Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan apel.

Beberapa jam setelah makan siang, sejumlah santri mulai mengalami keluhan kesehatan. Keluhan yang dilaporkan antara lain pusing, mual, muntah, diare hingga sesak napas.

Pihak pesantren kemudian membawa santri yang mengalami keluhan ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan penanganan awal. Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami mual dan muntah bertambah hingga puluhan orang. Pengurus pesantren kemudian menghubungi layanan ambulans untuk membawa para santri ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Menurut pihak pesantren, total terdapat sembilan rumah sakit yang menjadi tujuan penanganan para santri. Keluhan juga muncul secara bertahap, mulai Selasa malam hingga Rabu pagi dan siang.(fsm)

Ringkasan AI

Muhammad Syafi’i meminta dilakukan investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dugaan keracunan yang dialami sejumlah santri Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin Sidoarjo, Jawa Timur. Permintaan itu disampaikan Wamenag setelah menjenguk tujuh santri yang masih menjalani perawatan di RSUD R.T.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Menteri Imipas Temui 46 PMI Bermasalah yang Ditahan Di MalaysiaPekerja Migran Indonesia

Menteri Imipas Temui 46 PMI Bermasalah yang Ditahan Di Malaysia

Afifah· 05 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.