VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi sistem keuangan Indonesia sepanjang semester I 2026 tetap terjaga meski dihantam tekanan dari berbagai penjuru, mulai dari perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, hingga volatilitas pasar keuangan yang tinggi.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua KSSK menyampaikan hal ini dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
"Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I 2026 tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus kami perkuat melalui koordinasi di dalam KSSK," ujar Purbaya.
Dari sisi fiskal, kinerja APBN hingga semester I 2026 tumbuh solid dengan pendapatan negara naik 21,4 persen secara tahunan dan belanja negara meningkat 17,8 persen. Keseimbangan primer masih mencatatkan surplus, sementara defisit APBN hingga akhir tahun diproyeksikan terkendali di angka 2,85 persen terhadap PDB.
Untuk menopang ketahanan ekonomi domestik, pemerintah mengoptimalkan penempatan uang negara pada bank umum, menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, serta memberikan stimulus berupa diskon transportasi dan insentif impor. APBN juga diarahkan membiayai program prioritas seperti MBG, Sekolah Rakyat, perbaikan fasilitas kesehatan, dan penanganan bencana.
"Melalui koordinasi yang erat antarlembaga, kami memastikan setiap kebijakan saling memperkuat sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Purbaya.

















