VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi tenaga kerja mandiri (TKM) atau pelaku wirausaha untuk menjaga hubungan dengan pelanggan dan mendukung pertumbuhan usaha.
Menurut Yassierli, komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan perlu diiringi dengan konsistensi kualitas produk serta kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan.
"Intinya pelaku usaha perlu membangun komunikasi secara berkelanjutan, menjaga kualitas produk, serta memastikan kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi," kata Menaker di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha bukan hanya mendapatkan pelanggan baru, tetapi juga mempertahankan pelanggan yang sudah ada agar tetap loyal menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.
"Kalau pelanggan itu sudah kita pegang dengan baik, maka minimal pelanggan yang sudah ada tetap kita pertahankan, kemudian fokus menambah pelanggan yang baru. Di situlah usaha bisa tumbuh terus," ujar dia.
Menurut Yassierli, kemampuan mempertahankan pelanggan menjadi semakin penting ketika skala usaha mulai berkembang. Karena itu, pelaku usaha perlu menjaga komunikasi, konsistensi kualitas, dan kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.
Ia mencontohkan layanan kesehatan yang menghubungi pasien setelah berobat untuk menanyakan perkembangan kondisi sekaligus memastikan pengobatan tetap dijalankan sesuai anjuran.
Menurutnya, pola komunikasi tersebut merupakan bagian dari pengelolaan hubungan dengan pelanggan (customer relationship management) yang dapat diterapkan pelaku usaha untuk mempertahankan pelanggan.
Selain mendorong penguatan kemampuan usaha, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tahun ini telah memberikan bantuan kepada 1.000 TKM lanjutan. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta untuk modal pengembangan usaha.
Sementara itu, sebanyak 8.731 TKM pemula mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta.
Yassierli mengatakan nilai bantuan Rp15 juta mungkin terlihat besar bagi sebagian orang, tetapi bagi pelaku usaha lainnya jumlah tersebut dapat dipandang sebagai modal yang masih terbatas.
Karena itu, menurut dia, hal yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut dikelola dan dikembangkan secara optimal agar dapat mendorong pertumbuhan usaha.
"Pengalaman kami di Kementerian Ketenagakerjaan, program ini sudah enam tahun berjalan dan sudah menghasilkan sekian banyak wirausaha-wirausaha baru yang sukses,” kata dia.
Selain bantuan modal, peserta TKM juga mendapatkan pembekalan untuk memperkuat kemampuan dalam menjalankan usaha. Pembekalan tersebut mencakup pematangan ide bisnis, kemasan produk, pemasaran secara daring, hingga menjaga kualitas produk.
Menaker berharap pembekalan yang diberikan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan secara konsisten oleh pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.
"Tidak ada kesuksesan tanpa usaha yang serius dan ketekunan. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan sukses, tetapi kalau kita tekun, kita yakin kesuksesan itu bisa kita raih," ujarnya. (af)



























