VOICEINDONESIA.CO, Blitar – Sejak awal 2026, Pemerintah provinsi Jawa timur telah menggelar Pasar Murah sebanyak 118 kali di berbagai kabupaten dan kota. Khofifah mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga keterjangkauan pangan dan stabilitas harga.
“Pasar Murah ini bukan sekadar operasi harga, yang ingin kita jaga adalah daya beli masyarakat. Ketika harga kebutuhan pokok dapat dijangkau, keluarga memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga,” kata Khofifah, Senin 7 September 2026.
Khofifah menegaskan pemerintah harus hadir memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan, dan harga bahan pokok tetap terjangkau. Menurutnya, langkah antisipatif diperlukan agar masyarakat tidak hanya terlindungi saat terjadi gejolak harga.
“Pemerintah harus hadir untuk memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan dan harga tetap terjangkau. Yang kita bangun bukan hanya respons ketika harga naik, tetapi sistem yang membuat masyarakat lebih terlindungi dari gejolak harga,” ujarnya.
Khofifah menyebut Pasar Murah merupakan salah satu instrumen pengendalian inflasi yang berjalan bersama penguatan pasokan, distribusi, pemantauan harga, dan koordinasi lintas sektor. Selain membantu konsumen, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan menggerakkan ekonomi daerah.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Pasar Murah ke-118 di Lapangan Brubuh, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan tersebut menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasar untuk menjaga daya beli masyarakat.
Dalam Pasar Murah di Blitar, masyarakat dapat membeli beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram. Tersedia pula telur ayam Rp20.000 per kemasan, bawang putih dan merah masing-masing Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam Rp32.000 per kemasan.
“Yang kita hadirkan adalah komoditas yang memang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan sehingga pengeluaran rumah tangga dapat lebih terjaga,” tutur Khofifah.(joe)



























