VOICE Indonesia
Hukum

Yusril: Aturan Tertulis Saja Tak Cukup Hadapi Persoalan Hidup

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra(Foto: Voiceindonesia.co/Kumham Imipas)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Aturan tertulis ternyata tidak selalu cukup dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, sebuah pandangan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra berbekal pengalamannya di dunia hukum dan pelayanan publik.

Yusril menegaskan dibutuhkan penilaian yang jernih, integritas, serta niat yang tulus dalam menentukan sebuah keputusan, dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru President University lewat PREUNI 2026 di Auditorium President University, Cikarang.

"Hal ini berbekal pengalaman saya di bidang hukum dan pelayanan publik," kata Yusril dilansir Senin (7/9/2026).

Yusril mengajak mahasiswa baru memanfaatkan kebebasan di dunia perkuliahan dengan penuh tanggung jawab, sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dan menghargai perbedaan. Ia menegaskan kebebasan yang diperoleh mahasiswa saat memasuki perguruan tinggi selalu datang beriringan dengan konsekuensi.

"Anda bebas mengambil keputusan, tetapi Anda juga harus bersiap untuk menjelaskan alasannya dan menerima segala konsekuensinya," ujarnya.

Ia menekankan pendidikan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai jalan memperoleh pekerjaan atau penghasilan, melainkan fondasi untuk membangun kehidupan yang mandiri sekaligus membentuk cara seseorang berpikir dan mengambil keputusan.

Yusril menegaskan mahasiswa dituntut tidak sekadar menghafal, tetapi mampu mempertanyakan dasar sebuah argumentasi, menguji gagasan, serta bersedia mendengarkan pandangan yang berbeda.

"Orang yang terdidik tidak akan pernah malu untuk mengatakan 'saya tidak tahu'. Menyadari bahwa kita belum tahu adalah langkah pertama menuju pengetahuan karena masalah sering kali bermula ketika seseorang merasa sudah mengetahui segalanya," kata Yusril.

Ia meminta mahasiswa tidak terbebani apabila belum memiliki gambaran pasti mengenai masa depan, sebab rencana, pilihan, dan minat seseorang dapat berubah seiring perjalanan hidup dan pengalaman yang diperoleh.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan takut untuk mengubah pandangan Anda saat menemukan argumen yang lebih baik dan jadilah pribadi yang menggunakan pengetahuan serta kebebasannya dengan penuh tanggung jawab," tuturnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor President University Handa Abidin menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global, yakni membiasakan penggunaan bahasa Inggris setiap hari, memperluas jejaring internasional, serta membangun portofolio lewat magang, bisnis, maupun kompetisi sejak semester pertama.

Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengingatkan para mahasiswa bahwa secanggih apa pun kecerdasan buatan (AI), teknologi tersebut tidak akan pernah bisa menggantikan empati, hati nurani, dan kebijaksanaan manusia.

Ringkasan AI

Aturan tertulis ternyata tidak selalu cukup dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, sebuah pandangan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra berbekal pengalamannya di dunia hukum dan pelayanan publik.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Langgar Izin Tinggal, Paspor 55 WNA China DitahanImigrasi

Diduga Langgar Izin Tinggal, Paspor 55 WNA China Ditahan

S Nurafifa· 06 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.