VOICE Indonesia
Ekonomi

Purbaya Sebut Whoosh Belum Beri Dampak Pembangunan Ekonomi Regional

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Purbaya Sebut Whoosh Belum Beri Dampak Pembangunan Ekonomi Regional
Purbaya Sebut Whoosh Belum Beri Dampak Pembangunan Ekonomi Regional
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengakui misi pengembangan kawasan regional dalam proyek kereta cepat Whoosh belum terealisasi. Menurutnya, konsep regional development yang menjadi misi proyek senilai puluhan triliun rupiah itu belum tersentuh sama sekali. Stasiun-stasiun perhentian kereta yang seharusnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru justru terbengkalai tanpa pengembangan berarti. "Tapi yang regionalnya belum dikembangkan mungkin, di mana ada pemberhentian di sekitar jalur Whoosh supaya ekonomi sekitar itu tumbuh. Itu harus dikembangkan ke depan," ungkap Purbaya di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025). Baca Juga: Buru Importir Ilegal, Purbaya Bakal Gelar Operasi Besar-besaran Di Pelabuhan Purbaya juga kembali menegaskan untuk menolak memberikan dukungan APBN dalam membayar utang Whoosh. Ia pun memastikan bahwa risiko fiskal tidak ada karena ada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang turun tangan membayar utang itu. "Sekarang nggak ada (risiko fiskal), kan Danantara yang bayar (utang) harusnya," tegas Purbaya. Baca Juga: Demi Naikan Daya Beli Masyarakat, Purbaya Diminta Pangkas Pajak dan Hapus Cukai Sebagaimana diketahui, pembangunan Kereta Cepat Whoosh diklaim guna mengurangi kerugian kemacetan hingga Rp 100 triliun per tahun di Jabodetabek-Bandung. Sayangnya, proyek ini menjadi polemik karena utangnya yang menjadi bom waktu bagi neraca keuangan BUMN PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero.

Ringkasan AI

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengakui misi pengembangan kawasan regional dalam proyek kereta cepat Whoosh belum terealisasi. Menurutnya, konsep regional development yang menjadi misi proyek senilai puluhan triliun rupiah itu belum tersentuh sama sekali.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTTImigrasi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTT

Afifah· 01 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.