VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Uruguay menawarkan kerja sama peningkatan kapasitas (capacity building) bagi peternak Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan dan ketahanan pangan kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Uruguay memiliki pengalaman yang dapat dibagikan kepada Indonesia, mengingat negara tersebut merupakan salah satu produsen dan eksportir utama daging sapi serta produk susu di kawasan Amerika Latin.
"Indonesia dan Uruguay memiliki potensi besar untuk semakin memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, serta kolaborasi konkret di sektor peternakan. Kami optimistis kerja sama ini akan membawa manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat di kedua negara," kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Tawaran kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Airlangga dengan Wakil Menteri Luar Negeri Uruguay Valeria Csukasi serta Wakil Menteri Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Uruguay Matías Carámbula.
Melalui program capacity building, Uruguay berencana membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada peternak Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan serta produktivitas sektor peternakan nasional.
Penguatan sektor peternakan juga dipandang penting untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia dan Uruguay di tengah ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya dinamika geopolitik.
Selain peternakan, kedua negara membahas peluang peningkatan perdagangan dan investasi. Nilai perdagangan Indonesia dan Uruguay pada 2025 tercatat sekitar 112,5 juta dolar AS, atau meningkat 70,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut dinilai masih memberikan ruang yang luas untuk memperbesar hubungan perdagangan bilateral.
Indonesia dan Uruguay juga sepakat mendorong percepatan proses menuju perundingan Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (IM-CEPA).
Kerja sama ekonomi bilateral turut diperkuat melalui dukungan Uruguay terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Di tingkat multilateral, Uruguay yang berstatus sebagai partner country Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga sepakat memperkuat kolaborasi dengan Indonesia dalam forum tersebut.



























