VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menjajaki kemungkinan pembukaan pasar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor agrikultur dan hospitality di Kerajaan Yordania, dalam audiensi bersama Duta Besar Kerajaan Yordania untuk Indonesia Sudqi Atallah Al Omoush di Kantor Kementerian P2MI.
Christina menyebut peluang tersebut masih perlu dijajaki lebih lanjut untuk memastikan penempatan pekerja dapat dilakukan secara aman dan memberikan manfaat bagi kedua negara.
"Kita mendengar kemungkinan peluang bagi pekerja migran pada sektor pertanian dan hospitality di Yordania. Namun tentunya masih berupa kemungkinan yang perlu kita jajaki bersama, agar penempatan dapat dilakukan secara aman, dan memberikan manfaat bagi kedua negara," katanya pada Senin (24/8/2026).
Ia menilai sektor pertanian dan hospitality berpotensi menjadi sektor unggulan yang dijajaki antara Indonesia dan Kerajaan Yordania, sehingga Indonesia berencana membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti peluang tersebut.
"Pertemuan ini baru langkah awal mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja di Yordania sekaligus menjajaki skema penempatan pekerja migran yang aman dan sesuai dengan regulasi kedua negara," jelas politisi Partai Golkar ini.
Dalam pertemuan tersebut, Christina turut memaparkan program direktif Presiden Prabowo Subianto bertajuk SMK Go Global, yang mendorong penempatan pekerja migran berkompetensi (skilled) ke berbagai negara hingga 2029. Pada 2026, Indonesia menargetkan 40 ribu peserta mengikuti pelatihan lewat sekitar 2.000 kelas, dengan prioritas pada delapan sektor berprospek penempatan global, seperti kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, serta konstruksi.
Christina menegaskan pemerintah turut menyiapkan pelatihan kompetensi teknis, bahasa, hingga sertifikasi bagi calon PMI agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja global, guna mendukung pencapaian target tersebut.
"Kami tidak hanya mencari pasar, tetapi juga menyiapkan pekerjanya melalui pelatihan kompetensi, bahasa, dan sertifikasi," katanya.
Christina menambahkan Yordania menjadi salah satu pasar yang bisa dijajaki lebih lanjut, terlebih dengan keberadaan Atase Ketenagakerjaan Kementerian P2MI di Kedutaan Besar RI (KBRI) Amman yang dapat mempermudah koordinasi ke depannya.



























