VOICEINDONESIA.CO, Jakarta –
17 September 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan sekitar 2.500 data yang diserahkan warga terkait dugaan ketidaksesuaian penetapan desil akan diterima dan dikaji.
Hal itu disampaikan Saifullah saat menerima ratusan warga yang mendatangi Kantor Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Saifullah mengatakan seluruh aspirasi warga akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari konsolidasi data sosial secara nasional.
"Kami akan terima semua aspirasinya, kami akan terima semua data-datanya untuk kita lakukan pendalaman, pengkajian, kemudian kita tindak lanjuti," kata Saifullah.
Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar bantuan sosial tepat sasaran. Ia menegaskan pemerintah terus membuka dan memperbarui data sosial bersama pemerintah daerah.
Protes warga muncul karena sejumlah masyarakat mengaku penetapan desil tidak mencerminkan kondisi ekonomi mereka.
Saifullah menyebut masyarakat dapat menyampaikan koreksi melalui RT/RW, aplikasi Cek Bansos melalui fitur usul dan sanggah.
Kemensos menyatakan pengaduan tersebut akan menjadi bahan verifikasi dan pemutakhiran data agar penyaluran bansos sesuai dengan kondisi masyarakat. (rnm)



























