VOICEINDONESIA.CO, Jombang – Staf Khusus Menteri Agama, Muhamad Ainul Yakin, menyingkap manuver politik di balik mencuatnya desas-desus pengunduran diri Menag Nasaruddin Umar. Ditegaskan olehnya, kabar burung tersebut murni fitnah yang sengaja diembuskan untuk merusak konsentrasi warga Nahdliyin menjelang pelaksanaan Muktamar.
Saat mengklarifikasi isu surat pengunduran diri yang dinamakan telah dilayangkan ke Istana, Ainul Yakin membantah narasi fiktif tersebut secara tegas.
"Isu surat pengunduran diri ke Presiden itu 100 persen hoaks. Tidak pernah ada surat itu. Hubungan Menag dan Presiden sangat solid," tegas Ainul Yakin di Jombang, Rabu (26/8) sore.
Ainul Yakin meluruskan bahwa niat Menag yang siap meramaikan bursa Ketua Umum PBNU ditempuh secara terbuka serta menjunjung tinggi aturan yang berlaku, sehingga tidak perlu dipelintir melalui propaganda yang menyesatkan.
"Pilihan Menag untuk maju di bursa Ketum PBNU adalah hak dan pengabdian. Namun, mengarang cerita seolah-olah beliau sudah mundur dari kabinet adalah fitnah politik yang sengaja dihembuskan pihak tertentu," ujarnya.
Ia turut menyoroti pola penyebaran berita bohong yang meminjam tangan media tidak bertanggung jawab demi memicu kegaduhan di kalangan jamaah.
"Jangan mau dibodohi oleh berita tanpa sumber jelas. Media dan publik wajib tabayyun, jangan ikut membesarkan narasi sampah," tambah Ainul Yakin.
Ainul Yakin mengingatkan seluruh peserta Muktamar agar tidak terkecoh oleh pergerakan kotor pihak-pihak yang cemas melihat tingginya arus dukungan kepada Menag. Manuver penyebaran disinformasi ini dinilainya sengaja dirancang untuk memecah fokus para muktamirin.
Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh muktamirin mempererat solidaritas, mengesampingkan isapan jempol tersebut, dan tetap berorientasi pada kesuksesan musyawarah demi keberlangsungan jam'iyah.***



























