VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Dua insiden main hakim sendiri yang menewaskan terduga pencuri ayam di Bali dan terduga pencuri sepeda motor di Morowali, Sulawesi Tengah membuat Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra angkat bicara. Ia meminta Polri meningkatkan kewaspadaan dan mencegah aksi serupa terulang.
Yusril memperingatkan bahwa ketika negara gagal memberikan rasa aman, warga akan mengambil hukum ke tangan sendiri.
"Apabila negara tidak mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, maka potensi munculnya aksi main hakim sendiri akan semakin besar," ungkap Yusril, Rabu (29/7/2026).
Ia secara khusus menyoroti tidak tampaknya pencegahan dari aparat dalam kedua insiden tersebut, sehingga massa leluasa memukuli korban hingga meninggal dunia dan berpotensi berkembang menjadi pelanggaran HAM yang serius.
"Namun, upaya pencegahan, pengamanan, perlindungan masyarakat, dan penegakan hukum harus berjalan secara terstandar, terkoordinasi, dan terpadu," katanya.
Untuk merespons situasi ini, Yusril akan segera menggelar Rapat Koordinasi Gabungan antara Kemenko Kumham Imipas dengan Kemenko Polkam untuk membahas penanganan kejahatan jalanan secara terpadu. Ia juga akan melibatkan Komnas HAM, LPSK, Komnas Perempuan, dan KPAI dalam penanganan komprehensif persoalan ini.
"Ini agar penanganan kejahatan jalanan dilakukan secara komprehensif sekaligus menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara," tutur Yusril.


















