VOICE Indonesia
Hukum

2 Anggota KKB Pelaku Penembakan ASN Jayawijaya Sudah Teridentifikasi

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi1 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Ilustrasi menampilkan palu hukum dan senjata api sebagai simbol penegakan hukum serta penanganan kasus kekerasan bersenjata.
Ilustrasi penegakan hukum terkait kasus kekerasan di Papua.(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jayapura – Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC) Kombes Yusuf Sutejo mengungkap dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama, Rabu (9/9/2026), sudah teridentifikasi.

Yusuf mengungkap kedua pelaku berinisial PN dan KT tersebut terekam melakukan percakapan video call dengan keluarga salah satu korban.

"Kedua anggota KKB itu terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Yusuf di Jayapura pada Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan identifikasi kedua anggota KKB tersebut dilakukan dengan menyandingkan ciri-ciri fisik yang dimiliki keduanya.

PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua Pegunungan dan tergabung dalam anggota KKB Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. Yusuf mengungkap keduanya diduga juga terlibat dalam kasus penembakan yang terjadi saat pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) pada 8 Agustus lalu, yang mengakibatkan dua warga sipil terluka.

Selain itu, PN dan KT turut diduga terlibat dalam kasus penyanderaan pilot pesawat Susi Air, Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023.

"Pilot Philip berkebangsaan Selandia Baru dibebaskan tanggal 21 September 2024," kata Yusuf.

Ringkasan AI

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC) Kombes Yusuf Sutejo mengungkap dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama, Rabu (9/9/2026), sudah teridentifikasi. Yusuf mengungkap kedua pelaku berinisial PN dan KT tersebut terekam melakukan percakapan video call dengan keluarga salah satu korban.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Lima Anak Perempuan Sempat Mendekam di Detensi Imigrasi MalaysiaPekerja Migran Indonesia

Lima Anak Perempuan Sempat Mendekam di Detensi Imigrasi Malaysia

S Nurafifa· 12 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.